Tujuh pekerja bantuan internasional terbunuh akibat serangan Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada hari Senin (1/4). Para pekerja bantuan tersebut merupakan anggota organisasi kemanusiaan internasional yang berbasis di AS, World Central Kitchen (WCK).
Para korban berkewarganegaraan Inggris, Kanada, Polandia, Australia, dan beberapa memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Palestina.
WCK mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pekerjanya meninggalkan gudang organisasi di Deir al-Balah lalu bergerak melalui “zona bebas konflik” dengan tiga kendaraan ketika serangan Israel terjadi, meskipun sebelumnya telah ada koordinasi dengan tentara Israel.
“Ini adalah serangan terhadap organisasi kemanusiaan yang muncul dalam situasi paling mengerikan. Makanan digunakan sebagai senjata perang dan ini tidak bisa dimaafkan,” kata pernyataan WCK. Organisasi tersebut juga mengumumkan penghentian operasinya di Jalur Gaza.
World Central Kitchen telah terlibat dalam pengiriman makanan kepada warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung, wilayah yang dikatakan oleh PBB telah menderita kelaparan akibat pemblokiran bantuan kemanusiaan oleh Israel. Hingga kini setidaknya 31 orang meninggal karena kelaparan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengonfirmasi kematian seorang warga negara Australia berusia 44 tahun yang ikut dalam tim tersebut, dan menyebut pembunuhan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima.” Albanese juga mengatakan kabinetnya akan memanggil duta besar Israel.
Namun, di sisi lain, Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada Selasa (2/4) bahwa serangan udara Israel di Gaza yang membunuh tujuh pekerja WCK, lembaga kemanusiaan milik koki selebriti Jose Andres, merupakan tindakan tidak disengaja dan tragis.
“Sayangnya, beberapa hari terakhir terjadi peristiwa tragis. Pasukan kami secara tidak sengaja melukai warga non-kombatan di Jalur Gaza,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.
“Ini terjadi dalam perang. Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh yang berhubungan dengan pemerintahan. Kami akan melakukan segalanya untuk mencegah terulangnya kembali.”
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








