Nael Barghouti, tawanan politik terlama di dunia, mengecam situasi di penjara-penjara Israel sebagai “kuburan bagi yang hidup” dan mengutuk diamnya dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Dalam pernyataan yang dirilis kemarin, Barghouti yang kini berusia 65 tahun—dan baru dibebaskan pada Februari lalu melalui kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel—menyatakan keterkejutannya atas perhatian besar dunia terhadap pembebasan tahanan Israel di Gaza, sementara penderitaan keluarga korban genosida di Gaza dan para tawanan Palestina diabaikan begitu saja.
Barghouti mengungkapkan bahwa para tawanan Palestina mengalami penyiksaan harian, pembunuhan perlahan, dan perampasan martabat dalam kondisi yang bahkan melebihi kegelapan sejarah terdahulu. Barghouti, yang telah menghabiskan 45 tahun di penjara Israel, menyerukan tindakan mendesak untuk membongkar taktik kejam Israel terhadap para tawanan, dan menuntut pertanggungjawaban masyarakat internasional yang bungkam terhadap kejahatan ini.
Sumber:
https://www.#/20250515-veteran-palestinian-prisoner-israels-prisons-are-graveyards-for-living/








