Mantan anggota Pink Floyd dan kritikus vokal Israel, Roger Waters, baru-baru ini berbicara tentang Israel, penjajah, dan gerakan Zionis. Ia mengecam mantan perdana menteri Israel Golda Meir selama program online untuk mendukung mahasiswa pro-Palestina di McGill University di kanada.
Webinar berlangsung baru-baru ini dengan tema “Berdiri Mendukung Solidaritas Mahasiswa dengan Palestina”. Webinar ini terselenggara berkat inisiatif dari Canadian Foreign Policy Institute. Acara ini menampilkan tamu yaitu artis rock legendaris, Roger Waters, yang berbicara terus terang tentang dua pengalaman mengganggu yang dia alami di ‘Israel’.
Acara yang berlangsung minggu lalu ini ditujukan untuk mengkritik administrasi Universitas McGill karena mengancam akan menahan dukungan untuk Masyarakat Mahasiswa Universitas McGill (SSMU). Keputusan tersebut keluar setelah mahasiswa memilih untuk mengadopsi “Kebijakan Solidaritas Palestina.” Kebijakan itu antara lain dengan mempromosikan “Hari Nakba” di kampus.
“Pada pergantian milenium, saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi,” kata Waters, “saya pikir, Israel bukanlah sekedar orang-orang bersandal yang berkeliaran dan bertani. Bukankah mereka Sosialis? Tapi saya benar-benar salah. Ini sama sekali bukan tentang itu.”
“Ini tentang sekelompok orang Eropa di pertengahan abad ke-19 yang memutuskan bahwa mereka akan mengambil alih sebidang tanah. Mereka mengusir siapa pun yang tinggal di sana dan mengambilnya untuk diri mereka dan anak-anak mereka sendiri,” katanya.
Baca juga
“Amnesty International UK Memulai Kampanye Baru Melawan Kebijakan Apartheid Israel“
Lima atau enam tahun lalu, kata Waters, orang tidak bisa menggunakan kata “apartheid” untuk merujuk pada “agenda Zionis.” Anda tidak bisa melakukannya, itu benar-benar terlarang,” katanya, “sekarang, tidak mungkin membicarakan proyek Zionis di Palestina tanpa menggunakan kata apartheid. Istilah itu telah mendapat penerimaan secara umum oleh siapa saja dengan IQ yang cukup atau siapa pun yang memiliki pengetahuan tentang situasi di wilayah yang terjajah.”
“Tidak ada yang bisa Anda katakan tentang proyek Zionis yang dapat terus bertahan,” kata Waters. “Itu semua berdasar pada kebohongan mutlak.” Dia melanjutkan menyebut mantan perdana menteri Israel, Golda Meir, “omong kosong” karena mengatakan bahwa ‘Israel’ adalah tanah tanpa orang, ketika orang-orang Palestina sudah ada di sana sejak lama.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







