Juru bicara Kementerian Pertanian di Jalur Gaza, Adham Al-Basiouni, mengatakan bahwa produksi tanaman stroberi di Jalur Gaza tahun ini mencapai sekitar 11 ribu ton, menandakan akan adanya peningkatan produktivitas selama periode mendatang. Al-Basiouni mengatakan selama wawancara: “Kementerian mulai mengekspor 330 ton stroberi ke Tepi Barat sejak awal November 2022 lalu dengan dimulainya musim panen stroberi.”
Al-Basiouni membantah adanya infeksi virus pada tanaman stroberi saat ini, karena pertanian cukup terkendali, menandakan bahwa yang terjadi adalah akibat penanaman yang terlalu awal dan suhu tinggi hingga menyebabkan beberapa tanaman terserang jamur. Juru bicara pertanian menambahkan, “Penyebaran infeksi jamur pada tanaman stroberi telah ditangani, meskipun penyakit ini menyebar secara signifikan.”
Mengenai jenis stroberi mana yang lebih baik, Al-Basiouni menjelaskan bahwa produksi stroberi yang ditanam dengan cara digantung lebih baik daripada stroberi yang ditanam di tanah secara konvensional. Meski demikian, biaya penanaman stroberi dengan cara digantung membutuhkan biaya lebih mahal. Dia menunjukkan bahwa produktivitas stroberi gantung adalah 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan stroberi yang ditanam secara konvensional, dan lebih aman dalam hal menghindari banyak penyakit yang dapat menyerang tanaman stroberi.
Sementara itu, terkait dengan pemasaran, terutama pemasaran luar negeri, Al-Basiouni menekankan bahwa kementerian tertarik untuk mencapai manfaat sebesar mungkin bagi petani. Ia menekankan bahwa penawaran dan permintaan di pasar, serta ketersediaan stroberi menjadi pengendali harga stroberi.

Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








