Administrasi Penjara Israel telah menambah hukuman untuk tawanan Palestina di penjara Negev dengan melarang pengiriman pakaian musim dingin selama enam bulan berturut-turut. Informasi tersebut diungkapkan oleh Kantor Media Tawanan Palestina pada Selasa (19/9).
Keputusan Administrasi Penjara Israel tersebut adalah bagian dari serangan sistematis yang lebih luas terhadap tawanan yang dilakukan oleh pemerintah sayap kanan Israel dan menteri ekstremis Itamar Ben Gvir. Merespon aturan tersebut, para tawanan di penjara Negev mengembalikan makanan mereka sebagai reaksi awal terhadap keputusan administrasi penjara yang memengaruhi kondisi dasar kehidupan mereka.
Tawanan Palestina di penjara-penjara Israel terus menghadapi serangkaian tindakan dan keputusan rasis yang semakin meningkat dan agresif oleh administrasi penjara. Menanggapi tindakan-tindakan ini, gerakan nasional tawanan Palestina telah mengambil beberapa langkah tambahan dalam perjuangan mereka untuk melawan tindakan-tindakan tersebut.
Asosiasi Tawanan Wa’ed memperingatkan bahwa keputusan Israel dan peningkatan serangannya terhadap tawanan Palestina dapat memperburuk situasi di dalam penjara. Mereka menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan ekstremis mereka yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan standar hak asasi manusia. Asosiasi tersebut meminta rakyat Palestina untuk bertindak secara luas dalam solidaritas terhadap para tawanan Palestina dan mengutuk kejahatan Israel yang terus berlangsung terhadap mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








