Monitor Euro-Mediterania meminta semua pihak terkait untuk memberikan tekanan serius kepada pemerintah Zionis Israel untuk mencegahnya mengesahkan undang-undang eksekusi tawanan Palestina dan perlunya menghormati perjanjian hak asasi manusia internasional. Knesset menyetujui pembacaan awal tentang rancangan undang-undang untuk mengeksekusi para pelaku operasi pada Rabu sore (2/3).
Monitor Euro-Mediterania mengatakan dalam pidato bersama dengan Parlemen Pemuda selama sesi ke-52 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, salah satu janji utama Menteri Keamanan Nasional ekstremis Israel Itamar Ben Gvir dalam kampanye pemilihannya adalah menerapkan hukuman mati terhadap warga Palestina yang dituduh melakukan kejahatan yang dianggap Israel sebagai “teroris”. Dalam pernyataan tersebut, “menteri telah berulang kali mengancam akan mengirim warga Palestina ‘ke kursi listrik’ dan sedang dalam proses untuk mengesahkan eksekusi.”
Koordinator komunikasi Observatorium Euro-Mediterania, Lara Hamidi, menunjukkan dalam pidatonya di depan Dewan bahwa hal yang paling mengkhawatirkan adalah warga Palestina di wilayah Israel diadili oleh pengadilan militer yang tidak memiliki kondisi dan jaminan keadilan (kangaroo military courts) dengan tingkat hukuman melebihi 99%, yang membuktikan tidak adanya peradilan yang sempurna.
Dia mencatat bahwa tindakan Zionis di lapangan sudah mencerminkan pola eksekusi sistematis di luar hukum, seperti yang dilakukan tentara Israel secara tidak proporsional di Palestina, khususnya Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur. Dia mencatat bahwa tahun lalu adalah jumlah tertinggi warga Palestina yang dibunuh oleh Israel di Tepi Barat sejak 2004, dengan 145 kematian warga Palestina. Sebanyak 70% di antaranya berusia di bawah tiga puluh tahun.
Euro-Mediterania Monitor menyerukan penyelidikan internasional yang mendesak atas pelanggaran Zionis di Palestina, terutama pada praktik eksekusi di luar hukum dan perlunya kehadiran internasional di Palestina sebagai langkah penting untuk melindungi warga sipil dan mencegah hilangnya lebih banyak nyawa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








