Di Jalur Gaza yang diblokade dan berpenduduk padat, orang yang hidup dan mati “beradu” untuk bisa mendapatkan ruang untuk bernaung. Para tunawisma Gaza terpaksa menetap di kuburan karena pihak berwenang tidak menggubris permintaan lahan untuk perumahan. Salah satunya keluarga Kamilia Kuhail, mereka tinggal di Sheikh Shaban, sebuah pemakaman tertua di sana. Rumah tersebut dibangun di atas kuburan dua orang tak dikenal.
“Jika orang mati bisa berbicara, mereka akan memberitahu kami untuk pergi dari sini,” kata Kuhail yang telah tinggal di pemakaman di pusat kota Gaza selama 13 tahun bersama suami dan enam anak. Tamu yang datang ke rumahnya harus menuruni tiga anak tangga untuk masuk ke rumah berperabotan minim dengan bau kuat yang disebut Kuhail yang berarti “bau kematian”.
Anak-anaknya, yang berusaha untuk mendapat penghasilan dengan berjualan air di upacara pemakaman, terus bertanya kepada orang tua mereka kapan bisa pindah dari kuburan. “Saya kadang diundang oleh teman sekolah mereka ke rumahnya, tapi saya tidak bisa mengundang mereka ke sini. Saya terlalu malu untuk melakukan itu,” kata Lamis, putrinya yang berusia 12 tahun.
Berkurangnya ruang di kuburan mencerminkan tekanan yang meningkat terhadap tanah di Gaza, yang telah menghadapi krisis demografis yang meningkat selama bertahun-tahun. Populasinya diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 30 tahun ke depan menjadi 4,8 juta jiwa, sementara lahan untuk bermukim telah habis. Mengingat populasinya yang terus bertambah, Gaza membutuhkan 14.000 unit rumah baru per tahun, menurut Wakil Menteri Perumahan Naji Sarhan.
Sejak 2008, Israel telah melancarkan empat agresi di wilayah Palestina, menewaskan hampir 4.000 orang, banyak dari mereka adalah anak-anak. Kementerian Wakaf sudah menutup 24 kuburan yang telah mencapai kapasitas, meskipun banyak keluarga terus menguburkan jenazah di kuburan tua yang dekat dengan rumah Kuhail.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








