Kota Yerikho di Tepi Barat berada di bawah pengepungan militer Israel yang menghalangi pergerakan penduduk setempat sebagai hukuman kolektif. Pengepungan dimulai sejak Senin (27/2) dan telah melewati hari kedua. Pasukan Israel menutup dua pintu masuk utama ke Yerikho menyusul operasi penembakan yang dilakukan pada hari yang sama dan mengakibatkan terbunuhnya seorang pemukim Israel di sebuah jalan raya dekat kota tersebut. Militer Israel mengklaim bahwa pelaksana operasi tersebut adalah seorang pria Palestina yang berhasil kabur.
Sumber-sumber lokal melaporkan perjalanan penduduk Palestina untuk menyeberang ke luar negeri melalui Yordania menjadi terhalang, selain tidak bisa meninggalkan kota atau memasukinya. Mereka ditahan untuk waktu yang lama di pos pemeriksaan militer yang didirikan di jalan-jalan penghubung kota.
Senin malam (27/2) pasukan pendudukan Israel menggerebek Kamp Pengungsi Aqbat Jabr di pinggiran selatan Yerikho dan melakukan pencarian. Sebelumnya, pada awal bulan, pasukan Israel juga mengepung dan melakukan serangan berdarah di Yerikho dan kamp pengungsi hingga menewaskan lima warga Palestina.
Penggerebekan terjadi setelah pemukim ekstremis Israel mengamuk di kota-kota selatan Nablus dan di desa-desa Palestina lainnya di dekat Nablus. Pada aksi tersebut, pemukim menewaskan satu warga sipil Palestina, membakar puluhan mobil dan rumah yang digambarkan oleh beberapa orang Palestina dan kelompok hak asasi manusia Israel sebagai “pogrom”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








