• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Militer Israel Gunakan Warga Gaza sebagai Perisai

by Adara Relief International
Oktober 25, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, International, News
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Militer Israel Gunakan Warga Gaza sebagai Perisai

Israel menggunakan korban Gaza sebagai perisai manusia. [english.palinfo.com]

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia di Jalur Gaza yang terkepung, memaksa para tawanan untuk memasuki bangunan dan terowongan yang berpotensi dipasangi bom untuk menghindari jatuhnya korban di antara pasukannya, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada Kamis (24/10), Anadolu Agency melaporkan.

Laporan yang dirilis oleh CNN itu mengangkat kesaksian dari seorang tentara Israel dan lima mantan tawanan. Tentara tersebut mengatakan bahwa praktik semacam ini dilakukan  secara luas di antara unit-unit Israel yang beroperasi di Gaza, dan mengakui bahwa unitnya menahan dua warga Palestina dengan tujuan yang jelas untuk menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

“Kami meminta mereka untuk masuk ke dalam gedung sebelum kami,” katanya. “Jika ada jebakan, mereka akan meledak dan bukan kami,” kata mereka.

Praktik ini sangat umum sehingga pasukan Israel menyebutnya sebagai “protokol nyamuk”. Menurut CNN sejauh mana penerapan praktik ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi telah terjadi di Gaza utara, Kota Gaza, Khan Yunis, dan Rafah.

Tentara itu mengatakan bahwa pada musim semi seorang perwira intelijen Israel datang ke unitnya bersama dua orang Palestina – seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dan seorang berusia 20 tahun – dan memerintahkan para tentara untuk menggunakan mereka sebagai tameng manusia, dengan mengklaim bahwa mereka entah bagaimana terhubung dengan Hamas. Ketika tentara itu mempertanyakan perintah itu, perwira itu menjawab, “Lebih baik orang Palestina yang meledak dan bukan tentara kita.”

“Ini cukup mengejutkan, tetapi setelah beberapa bulan di Gaza, Anda [cenderung] tidak berpikir jernih,” kata tentara itu. “Anda hanya lelah. Jelas, saya lebih suka prajurit saya hidup. Namun, Anda tahu, dunia tidak bekerja seperti itu.”

Prajurit itu mengatakan bahwa dia dan anggota unitnya yang lain mengeluh kepada seorang perwira senior yang awalnya memerintahkan mereka untuk tidak “memikirkan hukum internasional”, sebelum akhirnya dia menuruti dan membebaskan kedua warga Palestina tersebut.

Israel telah berulang kali menuduh Hamas menggunakan warga Palestina sebagai tameng manusia, dan mengklaim praktik tersebut sebagai alasan untuk membenarkan serangan udara yang mereka lakukan hingga menimbulkan pembantaian luas di kalangan penduduk sipil Gaza.

Salah satu mantan tawanan Palestina yang digunakan oleh pasukan Israel sebagai tameng manusia mengatakan kepada CNN bahwa ia ditangkap oleh Israel saat ia berusaha mendapatkan bantuan makanan untuk keluarganya setelah mengungsi dari rumahnya di Jabalia akibat serangan udara.

Dia dipindahkan ke fasilitas militer Israel, ditahan selama 47 hari, dan dipaksa secara rutin melakukan misi pengintaian untuk menjauhkan pasukan Israel, yang takut terhadap bahan peledak rakitan, dari bahaya.

“Mereka mendandani kami dengan seragam militer, memasang kamera di tubuh kami, dan memberi kami pemotong logam,” katanya. “Mereka meminta kami melakukan hal-hal seperti, ‘pindahkan karpet ini’, sambil mengatakan bahwa mereka sedang mencari terowongan. ‘Rekam di bawah tangga,’ kata mereka. Jika mereka menemukan sesuatu, mereka akan menyuruh kami membawanya keluar. Misalnya, mereka meminta kami untuk mengeluarkan barang-barang dari rumah, membersihkan di sini, memindahkan sofa, membuka kulkas, dan membuka lemari.”

Mohammad Shbeir, 17 tahun, mengatakan setelah diculik oleh pasukan Israel dari rumahnya di Khan Yunis, ia digunakan untuk menyisir rumah-rumah yang dihancurkan dan area-area yang mungkin dipasangi jebakan peledak atau menimbulkan bahaya lainnya.

Laki-laki berusia 59 tahun lainnya mengatakan bahwa ia pernah digunakan untuk menyisir hingga 80 apartemen setelah ia ditangkap dari Kompleks Medis Al-Shifa, yang pernah menjadi fasilitas perawatan kesehatan utama di daerah kantong pantai itu sebelum Israel menghancurkannya menjadi puing-puing.

Israel mengklaim fasilitas itu digunakan sebagai pusat komando dan kendali Hamas – tuduhan palsu yang tidak pernah terbukti meskipun Israel menduduki lokasi itu dua kali. Prajurit itu mengatakan bahwa “protokol anti nyamuk” diterapkan kembali di unitnya setelah dia pergi.


Sumber:

https://english.palinfo.com

https://edition.cnn.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Setidaknya 23 Orang Meninggal dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

Next Post

Buku Jurnalis Veteran AS Ungkap Netanyahu Tolak Bantuan untuk Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
11

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
11
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
13
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
11
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
12
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
26
Next Post
Buku Jurnalis Veteran AS Ungkap Netanyahu Tolak Bantuan untuk Gaza

Buku Jurnalis Veteran AS Ungkap Netanyahu Tolak Bantuan untuk Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630