Pasukan pendudukan Israel menembak mati seorang anak Palestina di Rafah Tengah, Gaza Selatan, pada Senin (20/01) malam. Rekaman video yang diambil oleh jurnalis Palestina, Hassan Aslih, menunjukkan detik-detik setelah anak tersebut ditembak. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat merangkak mendekati tubuh anak itu untuk mengevakuasinya, namun tentara Israel melepaskan tembakan dan memaksanya mundur.
Sebelumnya pada hari yang sama, dua warga Palestina gugur dan empat lainnya terluka akibat tembakan Israel dan ledakan bom yang ditinggalkan oleh tentara Israel di rumah-rumah warga sebelum mereka mundur dari Jalur Gaza.
Sementara itu, Masyarakat Pertahanan Sipil Palestina melaporkan bahwa timnya terus menggali puing-puing bangunan yang hancur akibat genosida selama 15 bulan yang dilancarkan Israel, untuk mencari jenazah. Hingga kini, tim pertahanan sipil telah berhasil mengevakuasi 137 jenazah dari bawah reruntuhan di Rafah sejak gencatan senjata dimulai.
Diperkirakan sekitar 10.000 jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan di seluruh Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan di Gaza juga melaporkan bahwa pada Senin, 122 syuhada, termasuk 62 korban yang dievakuasi dari reruntuhan, serta 341 orang yang terluka telah tiba di rumah sakit di Gaza dalam 24 jam terakhir.
Kementerian menyatakan bahwa jumlah korban terbunuh akibat genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 47.035 syuhada dan 111.091 orang terluka. Tragedi ini menggambarkan penderitaan mendalam yang dialami rakyat Palestina di tengah agresi Israel yang tak berkesudahan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








