Mesir mengatakan pada Jumat (20/10) bahwa Perbatasan Rafah dengan Gaza telah dibuka, tetapi mereka menuding Israel melarang masuknya bantuan ke wilayah Gaza, Anadolu Agency melaporkan. Mesir jelas-jelas telah menjadi sasaran media Barat, yang mempromosikan “skenario pengungsian” bagi warga Palestina. Mereka menganggap Kairo bertanggung jawab atas penutupan penyeberangan tersebut meskipun Israel yang melakukan serangan genosida dan menolak masuknya bantuan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Ahmed Abu Zeid.
Baru-baru ini juga ada sindiran bahwa Mesir bertanggung jawab karena “menghalangi warga negara ketiga” untuk keluar dari Gaza. Juru bicara tersebut menekankan bahwa Penyeberangan Rafah terbuka, tetapi Mesir tidak bertanggung jawab karena menghalangi keluarnya warga negara ketiga. Dalam konteks ini, ratusan warga AS yang terdampar di Gaza masih menunggu dibukanya penyeberangan Rafah untuk evakuasi, dan The New York Times memperkirakan jumlah mereka berkisar antara 500–600 orang.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








