• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Mereka Terlahir sebagai Anak Palestina

by Adara Relief International
Juni 10, 2022
in Artikel
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Mereka Terlahir sebagai Anak Palestina
63
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Anak-anak Palestina tidak pernah merdeka sepenuhnya. Tidak hanya kenyataan bahwa tanahnya dirampas, airnya dijarah, tetapi juga menghirup udara kebebasan saja sulit bagi mereka. Setiap detiknya, mereka mendapati bahwa mereka bisa saja menjadi korban sasaran bom atau peluru, korban penangkapan tanpa alasan, dan tentu saja kenyataan bahwa mereka bisa menemui kematian kapan saja.

Tahun 2021 menjadi tahun terburuk bagi anak Palestina sejak 2014. Pembunuhan anak-anak Palestina tercatat menempati angka tertinggi; sebanyak 78 anak terbunuh pada 2021, dengan rincian 61 anak  berasal dari Gaza dan merupakan korban serangan agresi udara Israel pada Mei tahun itu, sementara, 15 anak lainnya berasal dari Tepi Barat.[1]

Berbeda dengan Gaza, Israel menargetkan anak-anak di Tepi Barat sebagai sasaran pembunuhan secara rutin. Pembunuhan terhadap anak-anak terkesan mengacak dan menyebar di berbagai belahan Palestina dalam waktu yang berlainan, tetapi sangat terpola dan terstruktur, menjadi bagian dari silent war yang dilangsungkan Israel terhadap Palestina.

Israel bisa membunuh anak-anak Palestina kapan saja, sekehendak mereka. Entah ketika anak-anak sedang tidur, bermain-main dengan teman sebayanya, pergi bersekolah, sekadar berbelanja, atau sedang merayakan hari raya. Mohammaed Shehadeh (14 tahun) pada Selasa (22/02) ditembak mati oleh militer Israel dengan dugaan bahwa ia merupakan salah satu pelempar bom molotov. Namun, kenyataannya, jarak antara dinding dan Mohammed sejauh 300 meter, sehingga jika diasumsikan Mohammed yang melempar molotov, tidak akan melukai tentara ataupun pemukim. Israel bahkan melarang tim medis untuk menolong Mohammed. Ini menunjukkan bahwa militer Israel memang berkeinginan untuk mencari target yang dibunuh.[2]

Sumber : MEE

Terlepas dari upaya pembunuhan, anak-anak Palestina selalu menghadapi ancaman penangkapan dan pemenjaraan. Setiap harinya Israel menangkapi anak-anak Palestina. Ketika mereka pergi ke sekolah, bermain dengan teman-temannya, atau bahkan ketika berada di dalam rumahnya. Tidak ada tempat yang aman untuk berlindung dari tentara Israel. Namun, hukuman Penjara saja tidak cukup menurut Israel untuk ‘menghukum’ anak-anak Palestina yang kesalahannya hanya satu: menjadi anak Palestina. Mereka juga harus mengalami berbagai intimidasi hingga kekerasan yang melukai fisik mereka dan mencederai psikologis mereka.

Ahmad Manasra ditangkap dan dipenjara pada 2015 ketika ia berusia 13 tahun. Ia diinterogasi dan dipaksa mengakui kesalahan yang tidak pernah dilakukan, mengalami kekerasan berulan gkali hingga tengkoraknya retak. Ia juga dimasukkan ke dalam sel isolasi. Ia akhirnya diperbolehkan untuk diperiksa psikiater setelah perjuangan panjang keluarga, pengacara dan sejumlah lembaga hak asasi manusia.

Menurut psikiater, ia mengalami gangguan psikologis akibat kekerasan, isolasi, dan tekanan yang ia terima di dalam penjara. Penempatannya di dalam sel isolasi yang amat tertutup dan menjauhkannya dari interaksi sosial merupakan alasan utama penyakit kejiwaan yang dideritanya. Meski demikian, hingga saat ini Ahmad masih tetap berada di dalam penjara.[3]

Sumber: The Palestine Chronicle

Bahkan jika anak-anak Palestina masih bisa lolos dari pembunuhan dan penangkapan, mereka belum benar-benar terbebas. Bayangan ancaman dan penangkapan oleh pasukan Israel akan selalui menghantui. Ketika perjalanan menuju sekolah, mereka bisa saja ditangkap saat melewati pos pemeriksaan Israel yang berada di setiap sudut jalanan menuju sekolah mereka.[4]

Pada Kamis lalu (4/3) di wilayah Hebron, Tepi Barat yang dijajah, militer Israel menutup sejumlah pos pemeriksaan sehingga sejumlah anak-anak usia sekolah terjebak di pos tersebut dan tidak bisa pulang ke rumah. Israel tidak memiliki alasan penutupan pos, tetapi mereka memang menargetkan anak-anak untuk diintimidasi dan ditakuti.[5] Sementara itu, di wilayah Alluban, militer Israel menghadang anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.[6]

Sumber : DCIP

Lembaga pendidikan juga tidak terbebas dari serangan militer Israel. Pasukan pendudukan bisa dengan tiba-tiba mendatangi sekolah, melemparkan granat asap yang membuat takut anak-anak, dan dengan seenaknya menangkapi anak-anak. Strategi penahanan administratif (administration detention) yang diberlakukan oleh Israel memungkinkan seorang anak Palestina untuk ditangkap tanpa tuntutan bahkan tanpa pengadilan.

Militer Israel bahkan mendatangi lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Ini adalah ironi yang menunjukkan kualitas militer mereka yang terus menunjukkan taring tumpulnya kepada anak-anak Palestina.[7] Pasukan Israel juga dapat dengan mudahnya mendatangi rumah dan menangkap anak-anak. Dalam penggerebekan malam, mereka akan mendobrak setiap kamar, membangunkan anak-anak pada tengah malam, memotret wajah mereka, dan menahan mereka.[8]

Pada 17 November 2021 B’Tselem merilis sebuah foto yang menunjukkan anak-anak yang dipaksa untuk berdiri dan berfoto pada tengah malam oleh militer Israel.

Israel tidak pernah memilih targetnya, dewasa atau kanak-kanak, perempuan atau laki-laki, bahkan yang memiliki disabilitas sekalipun. Selama mengalir darah Palestina di tubuhnya, selama itu pula mereka akan menjadi sasaran penangkapan atau pembunuhan tanpa alasan.[9]

Gerbang Damaskus menjadi salah satu saksi kekejaman yang dilakukan Israel. Pada peringatan Isra Mi’raj lalu, Israel menyerang penduduk Palestina yang berkumpul di Gerbang Al Amud dengan melemparkan granat kepada Munawar Burqan, gadis tuli berusia 11 tahun, hingga meretakkan rahangnya.[10] Pada saat yang sama, Israel juga memukuli anak perempuan bernama Iman Al Kiswani. [11]

Foto Munawar Burqan yang hendak menjalani operasi karena rahangnya mengalami keretakan.

Foto: Iman Al-Kiswani yang tengah dipukuli militer Israel

Ketika anak-anak Palestina diam pun, Israel masih bisa menghukum mereka melalui hukuman kolektif atas ‘kesalahan’ salah seorang anggota keluarga mereka. Mayar Mahmoud Jaradat, puteri kecil seorang tawanan Israel, adalah satu contoh bagaimana seorang anak Palestina harus ikut merasakan hukuman dari Israel.

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Pada Februari 2022, rumahnya diledakkan, sebagai bagian hukuman bagi ayahnya. Namun, Mayar tidak menyerah, “Palestina akan segera merdeka, sesuai keinginan Tuhan. Kemenangan akan segera datang, sebagaiman penderitaan tidak akan berlangsung selamanya,” ujar gadis kecil tersebut dengan lantang.[12]

Kisah Shehadeh, Manasra, Burqan, Kiswani, dan Mayar Jaradat hanyalah segelintir kisah dari banyak kasus lainnya yang menimpa anak-anak Palestina. Kisah-kisah tersebut hanyalah sekelumit dari beratnya hari-hari yang harus dilalui anak-anak. Tiada hari tanpa penjajahan, tiada hari tanpa bayangan ketakutan. Mereka selalu dihantui oleh usaha pembunuhan, penangkapan, pemukulan, dan hal-hal lain di luar imajinasi manusia normal.

Tentu saja kesalahan mereka hanya satu di mata Israel: terlahir sebagai anak Palestina.

 

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Resource Development and Mobilization Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

 

[1] TRT World, 2021 Becomes Deadliest Year for Palestinian Children Since 2014, diakses dalam https://www.trtworld.com/magazine/2021-becomes-deadliest-year-for-palestinian-children-since-2014-52904, pada tanggal 04 Maret 2022.

[2] MEE, Israeli Soldiers Kill 14-Year-Old Palestinian in Occupied West Bank, diakses dalam https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-soldiers-kill-14-year-old-bethlehem, pada tanggal 04 Maret 2022.

[3] The Palestine Chronicle, Palestinian Minor Manasra Suffers from Psychological Disorder in Israeli Prison, diakses dalam https://www.palestinechronicle.com/palestinian-minor-manasra-suffers-from-psychological-disorder-in-israeli-prison/, pada tanggal 04 Maret 2022.

[4] Lihat dalam https://www.dci-palestine.org/return_to_school_rekindles_fear_of_israeli_soldier_and_settler_violence.

[5] Lihat dalam https://www.instagram.com/p/CapeNL8oKPl/?utm_medium=copy_link.

[6] Lihat dalam https://www.instagram.com/p/CaolzXeoZJ9/?utm_medium=copy_link.

[7] Lihat dalam https://qudsnen.co/video-israeli-forces-arrest-two-palestinian-schoolchildren-after-raiding-school-in-ramallah/.

[8] Lihat dalam https://www.timesofisrael.com/video-shows-idf-soldiers-waking-palestinian-kids-to-photograph-them-in-dead-of-night/.

[9] Lihat dalam https://adararelief.com/66-anak-di-bawah-umur-dan-3-perempuan-ditawan-tanpa-alasan/

[10] https://www.instagram.com/p/Cahsw9nrbOM/?utm_medium=share_sheet

[11]Lihat dalam https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-jerusalem-girl-dragged-kicked-muslim-festival

[12] Qudsnen, “Prison won’t remain forever,” says daughter of Palestinian prison in Israeli prison, diakses dalam https://qudsnen.co/34519-2/, pada tanggal 04 Maret 2022.

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Akan Memutuskan Dosen Asing yang Diizinkan untuk Mengajar di Universitas-Universitas Palestina

Next Post

Vogue Menghapus “Palestina” dalam Kiriman Solidaritas Gigi Hadid

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
22

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
93
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Vogue Menghapus “Palestina” dalam Kiriman Solidaritas Gigi Hadid

Vogue Menghapus “Palestina” dalam Kiriman Solidaritas Gigi Hadid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630