Menteri Kesehatan Mai Alkaila menuntut semua kementerian kesehatan di seluruh dunia, serta asosiasi dan serikat pekerja medis dan kesehatan, untuk mengambil tindakan dan mengutuk pembantaian harian yang menargetkan Gaza, termasuk sistem layanan kesehatan. Dalam pernyataan persnya, Alkaila mengatakan Israel terus menargetkan segala sesuatu di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, dan pusat penampungan di dalam sekolah, dengan mengabaikan semua hukum internasional. “Pembantaian terus menerus selama 30 hari terakhir telah mengakibatkan lebih dari 9.700 orang menjadi syuhada, termasuk 4.800 anak-anak,” jelas Alkaila. “Pembantaian ini tidak mempedulikan para tenaga medis. Lebih dari 150 petugas kesehatan termasuk di antara para korban.”
Alkaila menuntut penyediaan segera koridor kemanusiaan yang aman untuk memungkinkan aliran bantuan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Gaza. Ia memperingatkan serangan Israel yang disengaja terhadap konvoi ambulans yang mengangkut korban luka, sehingga menghambat pemindahan mereka ke penyeberangan Rafah untuk mendapatkan perawatan di Mesir. Ia menekankan bahwa “etika, hukum, dan kemanusiaan tidak bisa dipisah-pisahkan. Dunia sedang menghadapi ujian nyata atas kejujuran slogan-slogan mereka yang menyerukan belas kasih, penolakan terhadap kekerasan, dan perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








