Sebuah video yang memperlihatkan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks meludah ke arah jemaat Kristen di dekat sebuah gereja di Yerusalem Timur pada hari Rabu (4/10) mendapat sorotan dunia dan banyak pihak. Insiden ini muncul ketika ribuan pemukim Yahudi merayakan Sukkot.
Namun, ternyata aksi tersebut didukung oleh Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir. Ben Gvir menyatakan aksi peludahan terhap orang Kristen bukanlah tindakan kriminal. Ben Gvir, yang juga memiliki tugas mengawasi kepolisian Israel, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darah, “Tidak semua hal bisa dijadikan alasan untuk melakukan penangkapan. Insiden tersebut layak dikecam tetapi, berhentilah memfitnah Israel,” katanya.
Paus Fransiskus dilaporkan ‘sangat marah’ di tengah lonjakan serangan anti-Kristen oleh warga Israel sepekan ini. Menurut Al Araby TV, insiden terbaru menargetkan pendeta Kristen di Kota Tua, ketika ribuan orang Israel berpartisipasi dalam pawai yang menandai liburan Sukkot.
Polisi Israel mengatakan telah menahan setidaknya empat orang yang terlibat dalam insiden pelemparan tersebut. Orang kelima ditahan karena diduga meludahi umat Kristen pada hari Senin. Ben Gvir sebelumnya membela tindakan meludahi orang Kristen sebagai “kebiasaan Yahudi kuno”.
Aksi peludahan itu sempat digaungkan pada hari Selasa oleh seorang pemukim Israel, Elisha Yered, yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan seorang remaja Palestina pada bulan Agustus. Yered mengatakan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, bahwa “meludah di dekat pendeta atau gereja adalah kebiasaan Yahudi kuno”.
Pada Selasa (3/10), Youssef Daher, koordinator Dewan Gereja Dunia di Al-Quds (Yerusalem), mengatakan umat Kristen menghadapi “penganiayaan” oleh kelompok ekstremis Israel di tengah kelambanan pemerintah. “Kami merasakan penganiayaan terhadap komunitas dan agama kami,” kata Daher kepada Anadolu Agency. Al-Quds Timur, yang dijajah Israel pada 1967, adalah rumah bagi beberapa situs suci bersejarah bagi umat Kristiani, termasuk Gereja Makam Suci.
Daher menuding pemerintah Israel mendorong penyerangan terhadap umat Kristen. Ia juga menyebutkan bahwa kelalaian polisi dan pernyataan menteri kabinet Israel berkontribusi terhadap meningkatnya fenomena ini.
Serangan-serangan tersebut – sebagian besar dilakukan oleh kelompok ultranasionalis atau pemukim, termasuk tentara – adalah masuk tanpa izin ke gereja-gereja, meludahi jemaat gereja, penghancuran simbol-simbol Kristen, perusakan kuburan, serta tindakan-tindakan lainnya. Polisi dilaporkan tidak menanggapi serangan tersebut dengan serius, menolak menganggap insiden tersebut sebagai bagian dari kekerasan yang meningkat dan meremehkan motif pelaku dengan mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan karena “penyakit mental”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








