Warga Palestina di wilayah pendudukan telah mengutuk usulan Menteri Keamanan Nasional ekstrem sayap kanan Israel untuk mengeluarkan lebih banyak lisensi senjata kepada orang Yahudi Israel. Penentang rencana Itamar Ben-Gvir mengatakan bahwa keputusan tersebut telah memberikan “pembenaran” untuk membunuh lebih banyak warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan militer Israel yang brutal.
Menurut rencana Ben-Gvir, siapa pun yang pernah bertugas di tentara pendudukan Israel bisa mengajukan izin untuk membawa senjata. Ini juga ditujukan untuk orang-orang yang secara sukarela melakukan layanan pertolongan pertama dan orang yang sedang belajar di permukiman, termasuk lebih dari 700.000 pemukim ilegal. Pelamar lisensi akan “dibebaskan dari wawancara”; satu-satunya persyaratan adalah memberikan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan persetujuan dari polisi Israel.
“Jelas bahwa Ben-Gvir berusaha untuk mengusir rakyat Palestina di mana-mana,” kata Sami Abu Shehadeh, ketua Dewan Nasional Demokrat (Balad). “Dia mencoba melakukan ini kepada orang-orang di negeri ini melalui kekerasan.” Dia dan yang lainnya telah mengaitkan pengumuman rencana Ben-Gvir dengan peringatan dari petugas polisi senior Israel tentang kemungkinan pemberontakan bersenjata melawan pendudukan Israel. “Namun, ekstremis ini tampaknya cuek, dan tidak tahu apa-apa tentang rakyat Palestina, yang tekadnya semakin kuat dalam menghadapi tantangan seperti itu.”
Ben-Gvir membutuhkan mayoritas anggota Knesset untuk mengesahkan rencananya. Sebagai anggota koalisi yang berkuasa, suara mayoritas tersedia baginya. Menurut Abu Shehadeh, ini berarti merupakan rencana Israel, bukan hanya rencana individu. Wakil kepala cabang utara Gerakan Islam di Israel, Sheikh Kamal Al-Khatib, mengatakan bahwa kemungkinan pemberontakan bersenjata di wilayah Palestina yang diduduki telah “dibesar-besarkan” untuk membenarkan usulan mempersenjatai lebih banyak orang Israel, terutama pemukim, yang sebenarnya kebanyakan dari mereka sudah dipersenjatai. “Menuntut orang Yahudi di Israel harus membawa senjata, dan mengeluarkan izin kepada mereka, adalah pembenaran untuk membunuh siapa pun yang merupakan warga Palestina,” kata Al-Khatib.
Dia membuat komentarnya di depan pengadilan Israel tempat pengadilan terhadap pemukim yang membunuh, Diyar Omri berlangsung. “Ben-Gvir ingin orang Yahudi dan pemukim Israel mengangkat senjata untuk membunuh orang Palestina kapan saja, dalam perselisihan apa pun, dan untuk alasan apa pun. Inilah yang terjadi dengan Omri.” Lebih dari 150.000 orang Yahudi di wilayah pendudukan Palestina saat ini telah memegang lisensi untuk membawa senjata. Angka tersebut belum termasuk polisi pendudukan paramiliter, penjaga perbatasan dan personel keamanan lainnya. Semua permukiman Israel dan pemukim yang tinggal di dalamnya adalah ilegal menurut hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








