Menteri Inggris untuk Timur Tengah, Bambos Charalambous, telah mengutuk kebijakan kejam Zionis Israel yang memisahkan ibu dan bayi Palestina yang baru lahir dalam sebuah artikel baru-baru ini. Charalambous mengambil contoh bagaimana penderitaan ibu Palestina yang terpisahkan dari bayi mereka yang baru lahir di rumah sakit; untuk menyoroti kekejaman Zionis Israel terhadap orang Palestina, sebab tidak memungkinkan baginya untuk mendokumentasikan sepenuhnya realitas brutal yang penjajah Zionis Israel lakukan.
Charalambous menggambarkan kengerian yang ia rasakan pada pagi hari saat menjadi delegasi yang pergi ke Rumah Sakit Makassed di Al-Quds (Yerusalem) Timur yang terjajah.
“Mengapa bayi-bayi ini sendirian?” tanya Charalambous ketika melihat sembilan bayi prematur tanpa orang tua maupun kerabat di unit neonatal. berdasarkan aturan Zionis, ibu Palestina yang melahirkan di rumah sakit di Al-Quds hanya boleh tinggal selama tiga hari untuk melahirkan dan pemulihan. Saat izin melahirkannya habis, para ibu harus kembali ke Tepi Barat atau Gaza. Jika kondisi bayi mereka yang baru lahir terlalu kecil atau tidak cukup sehat untuk meninggalkan rumah sakit, sang ibu tidak punya pilihan selain meninggalkan bayinya di rumah sakit.
Lebih buruk lagi, menurut informasi dari para dokter, setelah meninggalkan rumah sakit, ibu-ibu Palestina tidak boleh untuk mengunjungi bayi mereka. Bahkan ketika bayi mereka sudah pulih sepenuhnya, izin untuk membawa bayi pulang sangat sulit dan seringkali tertahan hingga berbulan-bulan. Praktek ini dilaporkan umum terjadi di rumah sakit Zionis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








