Menteri Pertahanan Israel menggambarkan warga Palestina sebagai “binatang” dan berjanji untuk “bertindak sebagaimana mestinya,” ketika jet tempur melancarkan pengeboman besar-besaran di Jalur Gaza. Yoav Gallant mengumumkan “pengepungan total” terhadap Jalur Gaza, wilayah seluas sekitar 365 km persegi, dan rumah bagi 2,3 juta warga Palestina, yang berada di bawah blokade pimpinan Israel sejak 2007.
“Saya telah memerintahkan pengepungan total di Jalur Gaza. Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, semuanya ditutup,” kata Gallant. “Kami memerangi binatang dan kami bertindak selayaknya,”
Angkatan udara Israel telah menjatuhkan 2.000 amunisi dan lebih dari 1.000 ton bom di Gaza dalam 20 jam terakhir, kata militer pada Senin pagi, setelah menembaki 20 apartemen, masjid, rumah sakit, bank, dan infrastruktur sipil lainnya.
The #Israeli Defence Minister Yoav Gallant said “we are fighting human animals”, referring to Palestinians, and vowed to “act accordingly”.
He announced a “complete siege” of the #Gaza Strip, saying there will be “no electricity, no food, no fuel, everything is closed” pic.twitter.com/SFY7DcxkWc
— Middle East Eye (@MiddleEastEye) October 9, 2023
Apa itu Jalur Gaza?
Gaza adalah bagian dari Palestina yang bersejarah sebelum pembentukan negara Israel pada 1948. Sekitar 750.000 warga Palestina diusir dari wilayah bersejarah Palestina dalam peristiwa yang dikenal sebagai Al-Nakba, atau “Malapetaka”. Lebih dari 60 persen warga Palestina di Gaza adalah pengungsi, menyusul pengusiran keluarga mereka dari wilayah lain Palestina pada tahun 1948. Berbatasan dengan Israel dan Mesir di pantai Mediterania, Jalur Gaza adalah salah satu wilayah terpadat di dunia.
Gaza direbut oleh Mesir selama Perang Arab-Israel tahun 1948 dan berada di bawah kendali Mesir hingga Perang Arab-Israel tahun 1967. Tidak lama, Gaza direbut Israel dan dijajah, bersama dengan Tepi Barat dan Al-Quds Timur. Pada tahun 2005, Israel menarik diri dari Gaza dan merelokasi sekitar 8.000 pemukim Yahudi ke Tepi Barat.
Sejak 2008, Israel tercatat melancarkan empat invasi ke Gaza, yakni pada 2008, 2012, 2014, dan 2021, yang mengakibatkan kematian ribuan warga Palestina, sebagian besar warga sipil dan banyak anak-anak.
Serangan-serangan tersebut mengakibatkan hancurnya rumah dan kantor, kerusakan jaringan pipa dan infrastruktur pengolahan limbah, berdampak pada air minum dan meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui air. Dalam agresi Israel 2021, setidaknya 260 warga Palestina tewas di Gaza sementara 13 orang tewas di Israel.
Penjara terbuka
Blokade Israel secara sistematis menghalangi akses warga Palestina terhadap layanan, rumah sakit, bank, dan infrastruktur penting lainnya, sehingga menyebabkan penduduk Palestina berada dalam kondisi kehidupan yang penuh tantangan. Blokade ini juga mengakibatkan kekurangan air bersih, listrik, dan pasokan medis yang berkepanjangan di tempat yang sering disebut sebagai penjara terbuka terbesar di dunia.
Sekitar 97 persen air minum di Gaza terkontaminasi, dan penduduk terpaksa hidup dengan pemadaman listrik terus-menerus karena jaringan listrik rusak parah akibat serangan Israel yang berulang kali. Sementara itu, hampir 60 persen warga Palestina hidup dalam kemiskinan, dengan tingkat pengangguran angkatan kerja mencapai 63 persen. Menurut UNRWA, badan PBB yang mengurus pengungsi Palestina, konflik dan blokade selama bertahun-tahun telah membuat 80 persen penduduk Gaza bergantung pada bantuan internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








