Meski Israel telah memblokade lebih dari 1 dekade, namun itu tidak menyurutkan warga Gaza, terlebih para perempuannya, untuk menorehkan kesuksesannya bahkan hingga level dunia. Berita kesuksesan para perempuan Gaza telah banyak ditulis oleh media massa, baik tingkat lokal hingga internasional.
Kali ini, seorang perempuan Gaza, kembali menorehkan keberhasilan, tidak hanya di bumi, tetapi juga di luar angkasa. Ia adalah Suha al-Qishawi. Lahir di Gaza, Palestina, al-Qishawi mengambil jurusan ilmu pengetahuan alam di Sekolah Menengah Bashir Al-Rayes, kemudian lulus dengan pujian. Dia kemudian pergi ke Amerika dan bergabung dengan Universitas Houston untuk belajar ilmu sains dan teknik.
Perjalanannya dari Gaza hingga bisa ke luar angkasa sama sekali tidak mudah. Ia menghadapi banyak kesulitan, seperti keterasingan, jarak dari keluarga dan teman, serta perbedaan adat dan budaya. Bahasa adalah tantangan dan kesulitan pertamanya, terutama saat baru tiba di Amerika. Namun, ia berhasil mempelajari bahasa dan dengan sangat cepat berkat doa orang tua dan dukungan suaminya.
Kesulitan lain yang dihadapinya adalah statusnya sebagai perempuan-muslim-Arab yang bekerja di badan antariksa NASA. Namun, ia berhasil membuktikan bahwa ia dapat memenangkan kepercayaan orang-orang dengan keunggulan dan kreativitas, sehingga persepsi dan pandangan mereka tentang perempuan-muslim-Arab pun berubah. Ia dengan cepat mendapatkan rasa hormat dan penghargaan dari semua orang yang bekerja dengannya.
Ia mengatakan bahwa ketika pergi ke universitas, ia melewati markas besar NASA dan terus memikirkannya. Selain itu, ia tertarik untuk mengikuti berita NASA melalui televisi dan Internet, juga mengikuti berita para astronot dan pesawat ulang-alik. Ia mengatakan bahwa impiannya adalah bekerja di bidang ini dan mencapai hal-hal yang belum terjangkau manusia, serta berurusan dengan luar angkasa dan astronot.
Perjalanan kerjanya dengan NASA dimulai setelah lulus dari University of Houston. Ia terpilih untuk bekerja sebagai teknisi yang mengawasi pesawat ulang-alik Orion. Ia sempat memegang banyak posisi selama masa kerjanya. Dengan berlalunya waktu, ia mendapat keunggulan dalam pekerjaannya hingga peluncuran pesawat ulang-alik pada tanggal 16 November. Proyek tersebut adalah salah satu proyek terpenting yang dilaksanakan oleh NASA, karena pesawat ulang-alik akan mencapai jarak yang lebih jauh dalam sejarah dibandingkan dengan jarak yang dicapai oleh penerbangan sebelumnya.
Ia berharap prestasinya ini mampu mengubah stereotip tentang Jalur Gaza yang diblokade. Situasi di Gaza memang sangat sulit, menderita, dan terkepung, tetapi yang pasti rakyatnya sangat kuat. Ia berkata bahwa kesuksesannya ia persembahkan untuk keluarga dan suaminya yang sangat berjasa atas kesuksesannya, studinya, dan prestasinya.
Pesannya untuk setiap perempuan Palestina, “Jadilah kuat dengan pengetahuan dan pekerjaan Anda. Jadilah seorang istri dan ibu, jadilah bagian dari dunia ini, dan jadilah sejarah. Anda adalah perempuan yang tidak seperti perempuan lainnya. Tunjukkanlah kepada dunia siapa perempuan Palestina itu.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








