Hajja Khadija Saeed Abd al-Hay adalah seorang perempuan Palestina berusia 71 tahun yang menjalani kehidupan dengan ketahanan dan cinta. Dia adalah ibu dari 15 anak, istri dari suami yang sabar, dan penjaga warisan Palestina.
Hajja Khadija tinggal di Gorish, sebuah kota di Tepi Barat, tempat dia menyambut tamunya dengan kehangatan dan kemurahan hati. Ia biasa mengenakan pakaian dan penutup kepala tradisional Palestina dengan martabat dan kebanggaan. Dia juga menjahit, menyulam, menanam tumbuhan, dan memasak untuk keluarganya dengan keahlian dan semangat.
Hajja Khadija lahir di Salfit, Tepi Barat, dan pindah ke Gorish setelah menikah dengan Fakhri Fazza. Dia berkata bahwa ia telah berada di Gorish selama 51 tahun dan menganggapnya sebagai rumahnya. Dia menghadapi banyak kesulitan dan tantangan untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya, namun semuanya berhasil menjadi profesional yang sukses di berbagai bidang. Dia menunjukkan sertifikat anak-anaknya dari empat universitas berbeda, termasuk Universitas An-Najah, salah satu institusi pendidikan tinggi Palestina terbesar dan tertua. Dia mengatakan bahwa dia bangga dengan anak-anaknya dan berterima kasih kepada Tuhan atas pencapaian mereka.
Hajja Khadija mengabdikan diri untuk melestarikan budaya dan identitas Palestina. Dia mengenakan gaun Palestina, yaitu pakaian berlengan panjang sepanjang mata kaki dengan sulaman warna-warni. Ia mengatakan bahwa dia bangga mengenakan gaun Palestina saat menyambut tamu terhormatnya. Dia mengatakan gaun itu dari leluhurnya dan itu adalah warisannya.
Selain itu, Hajja Khadija juga mengenakan keffiyeh Palestina, yaitu penutup kepala yang terdiri dari kain putih dengan sulaman hitam yang menutupi rambut dan dililitkan di leher. Dia mengatakan dia merasa terhormat saat memakainya dan mendorong perempuan Palestina lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Hajja Khadija juga mempraktikkan aspek lain dari tradisi Palestina, seperti menjahit, menyulam, menanam, dan memasak. Dia menjahit sweter, syal, sarung tangan, dan topi untuk anak dan cucunya. Dia juga menyulam dengan sutra dan jerami. Dia menanam sagebrush dan thyme di pegunungan di antara pohon zaitun. Dia berkata bahwa ia membelinya seharga lima dan 20 shekel per kilo dan menggunakannya untuk makan dan memasak. Dia menambahkan thyme, sumac, dan minyak zaitun ke piringnya. Dia juga membuat kopi dengan kapulaga.
Hajja Khadija adalah contoh luar biasa dari seorang perempuan Palestina yang telah mengatasi banyak tantangan dan meraih banyak prestasi. Dia telah membesarkan 15 anak yang berpendidikan dan dihormati. Dia juga telah merawat suaminya yang sakit selama 30 tahun setelah operasi yang gagal. Dia telah mempertahankan martabat dan kebanggaannya atas identitas dan warisan Palestinanya. Dia telah membagikan kebijaksanaan dan keterampilannya dengan keluarga dan komunitasnya. Dia adalah sumber inspirasi dan kekaguman bagi banyak orang yang mengenalnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








