• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Melihat Kondisi Ashkelon, Kota Hantu di Israel Saat Ini

by Adara Relief International
Oktober 29, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Melihat Kondisi Ashkelon, Kota Hantu di Israel Saat Ini
876
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ashkelon adalah sebuah kota pesisir yang terletak di selatan wilayah Palestina yang dijajah Israel, tepatnya di antara gurun Negev (Naqab) dan dataran rendah di ujung barat wilayah Lachish. Jaraknya hanya beberapa kilometer dari Jalur Gaza. Kota ini berpenduduk sekitar 180.000 jiwa, termasuk banyak orang yang berasal dari bekas Uni Soviet dan Etiopia.

Dikenal dalam bahasa Arab sebagai Asqalan, kota ini adalah salah satu kota tertua di dunia yang berusia lebih dari 5.000 tahun. Namanya diyakini terkait dengan akar kata Semit yang berarti “berat”, yang juga digunakan sebagai mata uang syikal Israel. Ashkelon disebutkan untuk pertama kalinya dalam teks Mesir sekitar tahun 1.900 SM, kemudian dalam bahasa Ibrani di Kitab Yosua dalam Alkitab. Kota ini juga disebutkan dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Jenis pertempuran pertahanan yang paling baik adalah di Askalan” pada akhir zaman.

Pada tahun 1948, 10.000 warga Palestina di Ashkelon diusir, sebagian besar mengungsi ke Gaza. Kemudian sejak dimulainya agresi Israel pada tanggal 7 Oktober di Jalur Gaza, Ashkelon telah dilanda sejumlah besar roket dan rudal yang ditembakkan dari daerah kantong tersebut. Lebih dari 1.000 roket telah ditembakkan ke kota tersebut, dengan 340 lokasi jatuh dan 180 serangan langsung. Jumlah ini merupakan seperempat dari seluruh roket Palestina yang ditembakkan ke wilayah Israel, dengan lebih dari 200 roket dikirim ke Ashkelon saja selama satu jam pada tanggal 14 Oktober.

Sementara itu di Gaza, pengeboman Israel yang tiada henti telah menewaskan lebih dari 7.300 warga Palestina. Selain itu, listrik, komunikasi, makanan dan air telah terputus di wilayah pesisir tersebut. Kerusakan terjadi di mana-mana, tidak ada orang lagi di mana pun di lingkungan tertua di Ashkelon, 40.000 penduduk tidak memiliki tempat berlindung di rumah. Para lansia dan keluarga dengan anak kecil tidak dapat mencapai tempat perlindungan dalam waktu 10 detik setelah diberikan alarm sebelum roket menyerang. Kini, para pemilik bisnis penting yang masih tersisa di kota tersebut menggambarkannya sebagai kota hantu.

“Tidak ada orang di jalanan. Beberapa toko masih buka hingga sore hari tetapi orang-orang mengurung diri di rumah,” kata Eli Gutman, seorang pemilik restoran di tepi pantai. Kerusakan harta benda terlihat dimana-mana, rumah dan mobil hancur, apalagi jenazah korban jiwa. Namun Ashkelon tidak dihitung sebagai salah satu komunitas yang terkena dampak pertempuran dan berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah. Penduduknya juga tidak dievakuasi hingga hari Rabu, sehingga menimbulkan kemarahan dan frustrasi dari warga dan Walikota Tomer Glam.

Sehari sebelum evakuasi, Ashkelon tampak seperti sudah dikosongkan. Tidak jauh dari terminal bus berdiri balai kota, sebagian besar terbengkalai. Di deretan toko di sebelah pintu masuk utama, semua jendelanya retak. Yang satu tidak lagi memiliki pintu, hanya tersisa rangka logamnya. Kecuali toko telepon, semua toko telah dikunci, tak ada lagi tempat yang berpenghuni.

Glam, walikota Ashkelon, mengatakan kepada MEE bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk mendukung kota tersebut. “Kita harus mengisi kesenjangan perlindungan; membangun pusat ketahanan untuk menanggapi korban kecemasan yang mayoritas adalah anak-anak; membantu dunia usaha di kota yang mengalami pukulan ekonomi parah dalam setiap putaran agresi Gaza, yang beberapa di antaranya tidak dapat bertahan hingga agresi berikutnya; mempromosikan program untuk melindungi lingkungan lama; dan menarik perusahaan dan pabrik ke wilayah tersebut,” katanya. “Untuk melaksanakan semua proyek ini, kami membutuhkan pemerintah bersama kami.”

Pekan lalu, Glam mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menguraikan semua ini. “Kami tidak meminta belas kasihan atau bantuan, kami meminta apa yang pantas kami dapatkan, dan diharapkan hal itu terjadi sekarang, karena sayangnya, putaran berikutnya sudah dekat,” tambah Glam. “Ashkelon telah diserang selama 16 tahun. Setiap kali kami berada di bawah serangan rudal dalam setiap operasi atau serangan – atau hanya karena mereka merasa ingin melemparkan rudal ke arah kami. Dan meskipun Ashkelon dianggap sebagai kota yang paling banyak dibom di Israel, kami tidak menerima kesetaraan. hak atas Sderot dan wilayah sekitar Jalur Gaza.”

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: PalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Agresi Gaza Nyaris Mencapai Satu Bulan, Anak-Anak Palestina Menderita Trauma Tak Berkesudahan

Next Post

Majelis Umum PBB Setujui Resolusi ‘Gencatan Senjata Kemanusiaan’ di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Majelis Umum PBB Setujui Resolusi 'Gencatan Senjata Kemanusiaan' di Gaza

Majelis Umum PBB Setujui Resolusi 'Gencatan Senjata Kemanusiaan' di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630