JAKARTA-Pada 11–14 Desember 2025, tim Adara turun langsung ke Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen untuk menyalurkan bantuan layanan kesehatan serta Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis kepada 504 penyintas banjir.

Pidie Jaya dan Bireuen merupakan wilayah Aceh yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh melaporkan peningkatan signifikan dampak bencana tersebut. Hingga Kamis, 11 Desember 2025, tercatat 18 kabupaten/kota terdampak, mencakup 225 kecamatan dan 3.678 gampong.
Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa jumlah korban terdampak mencapai 499.111 kepala keluarga atau 1.926.810 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.845 orang mengalami luka ringan, 479 orang luka berat, 407 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 36 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah pengungsi di dua kabupaten yang dikunjungi tim Adara mencapai sekitar 20.689 jiwa. Banjir dan longsor ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur, banyak rumah hanyut terbawa arus atau tertimbun lumpur.
Menanggapi kondisi tersebut, Adara terpanggil untuk menggalang donasi dan mengajak masyarakat Indonesia peduli terhadap musibah yang menimpa warga Aceh. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berasal dari masyarakat Indonesia, tetapi juga dari masyarakat Turki dan Palestina yang berada di wilayah diaspora.
Tim Adara yang turun ke lokasi dikawal langsung oleh Nurul Fitriani selaku Ketua Divisi Penyaluran Adara. Ia menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa merupakan hasil urunan masyarakat Indonesia, Turki, dan Palestina.
Pada hari pertama di Aceh, tim Adara berkolaborasi dengan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan koordinasi serta observasi lokasi pengungsian yang akan dikunjungi, sekaligus melengkapi kebutuhan logistik yang belum sempat dibawa dari Jakarta.
Keesokan harinya, Jumat, 12 Desember 2025, tim Adara bersama mitra lapangan bergerak dari Banda Aceh menuju Pidie Jaya. Posko pertama yang menjadi lokasi penyaluran bantuan adalah Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua. Di posko ini, Adara melaksanakan rangkaian kegiatan PFA untuk anak-anak penyintas banjir. Sebanyak 70 anak mengikuti kegiatan mendongeng, mewarnai, serta pembagian hadiah. Antusiasme tidak hanya datang dari anak-anak, tetapi juga dari para orang tua yang turut menikmati rangkaian kegiatan tersebut.

Di sela-sela kegiatan, tim Adara juga mewawancarai para ibu penyintas banjir dan longsor. Cerita demi cerita mengalir tentang perjuangan mereka bertahan selama tiga hari dua malam di atas genteng rumah, menunggu air surut dalam kondisi menggigil kedinginan dan kelaparan. Selama dua hari, mereka hanya bertahan dengan meminum air hujan hingga bantuan akhirnya tiba. Di balik kisah pilu tersebut, tampak ketegaran dan kesabaran luar biasa dalam menerima musibah ini.

Pada hari ketiga, tim Adara menyambangi posko berikutnya yang terletak di Dayah Kruet, masih di kecamatan yang sama. Di posko ini, Adara memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan kepada 76 penyintas, serta melaksanakan kegiatan PFA untuk 58 anak. Kondisi posko ini cukup memprihatinkan. Puluhan penyintas tidur di sebuah musala kecil yang dikelilingi gundukan lumpur sisa banjir. Ketiadaan air bersih menyebabkan banyak penyintas mulai terserang berbagai penyakit, seperti Tinea Pedis, ISPA, demam, hipertensi, dispepsia, myalgia, dan diare. Selama satu hari penuh, Adara melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta kegiatan PFA untuk anak-anak penyintas.



Pada hari keempat, tim Adara kembali ke Jakarta untuk melanjutkan agenda lainnya. Meski demikian, penyaluran bantuan tetap berjalan dan dikawal langsung oleh mitra Adara di lapangan yaitu DMC Dompet Dhuafa. Pada 15 Desember 2025, Adara bersama DMC kembali memberikan layanan kesehatan kepada 77 penyintas di Desa Kuala Cerapee, Kecamatan Jangka, Bireuen, serta kegiatan PFA untuk 150 anak. Penyaluran terakhir dilakukan pada 17 Desember 2025 dengan kegiatan PFA bagi 73 anak di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen.

Demikian rangkaian kegiatan penyaluran bantuan Adara yang sarat dengan kisah ketegaran dan kesabaran masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana.
Terima kasih Sahabat Adara yang telah menitipkan sebagian rezekinya untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh.








