Jalur Gaza menghadapi kekurangan pasokan medis yang akut, terang Mohammed Abu Salameh, Direktur Al-Shifa, rumah sakit utama Kota Gaza. Ini terjadi setelah ratusan penduduk Palestina terluka saat serangan udara Israel di Gaza berlanjut hingga hari ketiga. Pada Sabtu (6/8), pembangkit listrik satu-satunya di Gaza berhenti beroperasi pada pukul 12 siang karena kekurangan sumber bahan bakar. Pemadaman listrik akan mempengaruhi semua fasilitas vital dan rumah tangga di jalur tersebut, memperburuk situasi kemanusiaan. Ini sejalan dengan peringatan dari pejabat kesehatan bahwa rumah sakit juga sangat terpengaruh dalam beberapa hari ini.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan distribusi listrik Gaza mengatakan, “Pembangkit listrik di Gaza telah berhenti (berfungsi) karena kekurangan bahan bakar.” Ini membuat penduduk hanya memiliki 4 jam listrik untuk sehari pada musim panas yang terik. Menurut pernyataan itu, penduduk butuh sekitar 500 megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik Gaza. Namun, “Hanya 120 megawatt yang saat ini tersedia di Gaza, itu pun diimpor langsung dari ‘Israel’,” katanya.
Pada 2 Agustus, beberapa hari sebelum pengeboman Israel di Gaza, Israel secara tak terduga menutup perlintasan Erez dan Karem Abu Salem. Penutupan perlintasan Karem Abu Salem—satu-satunya penyeberangan komersial di Gaza yang hampir tidak memenuhi kebutuhan lebih dari dua juta orang yang tinggal di Jalur Gaza—akan berdampak besar pada penduduk Gaza. Penutupan perlintasan tersebut telah mempengaruhi pasokan bahan bakar, terutama untuk pengoperasian pembangkit listrik satu-satunya di Gaza. Krisis bahan bakar yang lebih parah akan berdampak negatif pada kehidupan masyarakat, pekerjaan rumah sakit dan kota, akses air minum, dan pengoperasian pabrik pengolahan limbah.
Sejak Jumat sore (5/8), Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara dan tembakan artileri di Gaza dalam agresi yang menewaskan puluhan penduduk Palestina, termasuk enam anak. Kepala kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, Lynn Hastings, mengatakan pada Sabtu dalam sebuah pernyataan mengenai situasi dan agresi Israel, “Bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Gaza akan habis hari ini. Listrik sudah padam.”
“Operasi lanjutan fasilitas layanan dasar seperti rumah sakit, sekolah, gudang, dan tempat penampungan khusus untuk pengungsi internal sangat penting. Pergerakan dan akses personel kemanusiaan, untuk kasus medis kritis, dan untuk barang-barang penting, termasuk makanan dan bahan bakar ke Gaza, tidak boleh dihalangi sehingga kebutuhan kemanusiaan dapat terpenuhi.”
Hastings mendesak semua pihak untuk “segera mengizinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra kemanusiaan kami untuk membawa bahan bakar, makanan, dan pasokan medis. Juga untuk mengerahkan personel kemanusiaan sesuai dengan prinsip-prinsip internasional. Ini termasuk secara khusus memastikan akses dan keamanan melalui penyeberangan perbatasan utama.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







