Mantan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya’alon, membuat pernyataan kontroversial dengan menuding pemerintah sayap kanan yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan “pembersihan etnis” di Gaza utara. Dalam wawancara dengan saluran Democratv, Ya’alon mengatakan bahwa strategi pemerintah saat ini, termasuk pendudukan, aneksasi, dan pengusiran paksa, mengarah pada kehancuran Israel.
Ia juga menekankan bahwa operasi militer Israel yang telah menghancurkan kota-kota di utara Gaza, seperti Beit Lahia dan Beit Hanoun, serta serangan terus-menerus terhadap Jabalia merupakan upaya untuk “membersihkan wilayah itu dari orang Arab.”
Pernyataan Ya’alon memicu gelombang kritik dari para sekutu Netanyahu. Partai Likud menggambarkan pernyataan ini sebagai “hadiah” bagi musuh Israel dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Mantan Menteri Keamanan Yoav Gallant, yang saat ini menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC atas kejahatan perang di Gaza, menyebut tudingan Ya’alon sebagai “kebohongan” yang merugikan Israel. Ia menegaskan bahwa militer Israel beroperasi sesuai standar hukum tertinggi, meskipun Palestina dan masyarakat internasional menilai Israel melakukan kejahatan kemanusiaan.
Kritik tajam dari Ya’alon, yang pernah menjabat sebagai menteri pertahanan pada 2013-2016, menunjukkan perpecahan mendalam dalam jajaran keamanan Israel terkait kebijakan agresif Netanyahu terhadap Gaza.
Sumber:
https://english.almayadeen.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








