Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan Jalur Gaza adalah wilayah Palestina, bukan Israel. Ia juga menyerukan diakhirinya genosida Israel di daerah kantong dan penarikan lengkap dari daerah kantong yang terkepung, Jerusalem Post melaporkan. “[Gaza] harus menjadi bagian dari negara Palestina,” kata mantan perdana menteri tersebut pada KTT Perdamaian Rakyat pada Kamis (08/05).
“Harus ada pemerintahan baru yang terkait dengan Otoritas Palestina, dengan kekuasaan eksekutif, yang akan dapat membangun kembali Gaza,” tambah Olmert. Acara ini diselenggarakan oleh It’s Time, sebuah koalisi lebih dari 60 organisasi peacebuilding dan masyarakat Yahudi dan Arab, serta didukung sebagian oleh New Israel Fund. Menurut Jerusalem Post, KTT itu adalah acara anti-perang sipil terbesar di Israel sejak Oktober 2023.
Israel benar-benar menutup Jalur Gaza pada 2 Maret, melarang masuknya makanan, air dan obat-obatan, yang melanggar hukum internasional. Dua minggu kemudian, pada 19 Maret, tentara Israel memperbarui serangan mematikan di daerah kantong tersebut, menghancurkan kesepakatan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan yang berlangsung pada Januari. Sejauh ini, Israel telah membunuh lebih dari 53.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Sumber: https://www.#/20250512-gaza-is-palestinian-not-israeli-tel-aviv-must-end-war-and-leave-ex-israel-pm/








