Allah memerintahkan setiap Muslim untuk bersedekah, banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan amal kebaikan tersebut. Di dalam Surat Ali Imran ayat 92, Allah berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui.”
Kita diperbolehkan untuk bersedekah kapan saja, tetapi Rasulullah pernah bersabda tentang keutamaan bersedekah pada waktu subuh. Waktu subuh memiliki banyak rahasia dan keutamaan, dan oleh karenanya ibadah-ibadah pada waktu tersebut bernilai istimewa. Secara khusus, banyak ayat di dalam Al-Qur’an menjelaskan mengenai hal ini, salah satunya, Allah bersumpah dengan waktu subuh dalam Surat At-Takwir ayat 18:
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.”
Dengan demikian, pada waktu subuh inilah kita dianjurkan memperbanyak aktivitas dan amalan yang dapat menambah keberkahan, salah satunya adalah sedekah subuh. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang bersedekah pada waktu subuh maka ia akan mendapatkan doa langsung dari malaikat.
قالَ رَسُول اللَّه ﷺ: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (متفقٌ عَلَيْهِ)
“Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata: ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah.’ Malaikat yang satu berkata: ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih)
Hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim tersebut menjelaskan bahwa ada dua malaikat yang turun dan berdoa setiap subuh. Malaikat pertama berdoa, “Ya Allah, berikanlah ganti dan keberkahan bagi orang yang berinfak.” Kemudian malaikat kedua berdoa, “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang pelit.” Melalui hadis tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sedekah yang kita lakukan selepas salat subuh, membuka kesempatan bagi kita untuk mendapatkan doa dari malaikat.
Kemudian muncul pertanyaan, manakah yang lebih utama, bersedekah setiap waktu subuh atau sekali saja dalam jumlah yang banyak?
Pertama, Allah sangat mencintai hamba-Nya yang yang istiqomah melakukan suatu amalan, walaupun sedikit. Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin dilakukan. Amalan yang rutin walaupun sedikit mengungguli amalan yang tidak rutin meskipun jumlahnya banyak. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala. Di antara dasar dari hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, amalan yang istiqomah dikerjakan akan terus menduluang pahala. Berbeda dengan amalan yang dilakukan sesekali saja meskipun jumlahnya banyak, maka ganjarannya akan terhenti pada waktu dia beramal. Bayangkan jika kita bersedekah terus-menerus setiap subuh, maka kita akan senantiasa mendapatkan doa dari malaikat meski bersedekah dalam jumlah yang sedikit. Doa malaikat terhadap orang-orang yang bersedekah pada waku subuh adalah agar Allah mengganjar dengan keberkahan rezeki.
اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
Ya Allah, berikanlah ganti dan keberkahan bagi orang yang berinfak.
Ketiga, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan dalam mengevaluasi amal ibadah para sahabatnya, sehingga para sahabat akan bersemangat berlomba-lomba dalam amal kebaikan. Terkadang kita bersemangat dalam beribadah tetapi kadang mengalami futur (malas) dalam beramal. Oleh karena itu, sebagai upaya agar amalan kita terlakoni secara terus-menerus, maka dianjurkan bagi kita untuk beramal yang rutin walaupun itu sedikit.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: (مَن أصبح منكم اليوم صائمًا؟)، قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمَن تَبِعَ منكم اليوم جنازة؟)، قال أبو بكر: أنا، قال: (فمَن أطعم منكم اليوم مسكينًا؟)، قال أبو بكر: أنا، قال: (فمَن عاد منكم اليوم مريضًا؟)، قال أبو بكر: أنا، فقال صلى الله عليه وسلم: (ما اجتمعْنَ في امرئ إلا دخل الجنَّة)
(رواه مسلم)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bertanya (kepada para sahabat), ‘Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?’, Abu Bakar berkata, ‘Saya.’ Rasulullah bertanya lagi, ‘Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?’ Maka Abu Bakar berkata, ‘Saya.’ Nabi kembali bertanya, ‘Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?’ Maka Abu Bakar mengatakan, ‘Saya. ‘Lalu ia bertanya lagi, ‘Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.’ Abu Bakar kembali mengatakan, ‘Saya.’
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pun bersabda, “Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.”
(HR. Muslim)
Penulis: Fatmah Ayudhia Amani, S.Ag
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








