Lima warga Palestina terluka pada Ahad (05/01) ketika sebuah kendaraan militer Israel menabrak mobil mereka di Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini terjadi di dekat Desa Ein al-Beida di utara Lembah Jordan. Menurut laporan kantor berita Wafa, mobil yang membawa lima guru tersebut dihantam kendaraan militer Israel, menyebabkan kelimanya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Dalam insiden terpisah, pemukim ilegal Israel kembali melakukan penyerangan terhadap sumber kehidupan warga Palestina. Di Kota Battir, sebelah barat Betlehem, 12 pohon zaitun milik warga ditebang di daerah Al-Khammar. Ini merupakan serangan keempat di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Menurut Zaki al-Batta, mantan Wali Kota Battir, para pemukim merusak pagar tanah yang menjadi sasaran sebelum menebang pohon-pohon tersebut, yang lokasinya dekat dengan pos permukiman Nahal Haletz.
Di Kota Nahalin, para pemukim ilegal mendirikan pos pemukiman baru di daerah Ein Faris. Pos tersebut meliputi dua rumah seng (barak) untuk ternak, yang berdampak pada pembatasan akses petani dan penggembala Palestina ke tanah mereka yang mencakup sekitar 2.000 dunam. Walikota Nahalin, Jamal Najajra, memperingatkan bahwa langkah ini akan semakin menekan warga Palestina yang sedang erjuang melawan dampak pendudukan.
Kekerasan dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat terus meningkat sejak agresi di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023. Tentara Israel secara rutin melakukan operasi militer di wilayah yang diduduki, sementara pemukim ilegal semakin sering melakukan serangan terhadap warga sipil Palestina dan properti mereka.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 837 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 6.700 orang terluka akibat tembakan tentara Israel di wilayah yang diduduki. Kekerasan ini terjadi di tengah peningkatan tekanan internasional terhadap Israel.
Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah ilegal. Lembaga tersebut menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang dilakukan untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Serangan sistematis terhadap warga Palestina dan tanah mereka merupakan bagian dari strategi yang bertujuan untuk melanggengkan pendudukan ilegal Israel. Perlu tekanan internasional yang lebih kuat untuk memastikan penghentian kekerasan, pembongkaran pemukiman ilegal, serta perlindungan bagi warga Palestina di wilayah yang diduduki.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








