Pembunuhan warga sipil dan anak-anak Palestina selama serangan udara Israel di Jalur Gaza telah dikutuk oleh banyak orang di komunitas internasional. Sedikitnya 25 warga Palestina telah tewas dalam putaran serangan terbaru di Gaza. Pada hari ketiga agresi, tercatat empat orang menjadi korban tewas (11/5).
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk kematian warga sipil di Gaza dan mengimbau Israel untuk menghentikan serangan dan mematuhi kewajibannya di bawah hukum humaniter internasional, termasuk penggunaan kekuatan secara proporsional dan mengambil semua tindakan pencegahan yang layak untuk menyelamatkan warga sipil dan objek sipil dalam melakukan operasi militer,” kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq, yang berbicara atas nama Guterres.
Liga Arab juga mengecam “serangan biadab Israel di Jalur Gaza, yang menargetkan warga sipil, anak-anak, dan perempuan di lingkungan perumahan”.
Kementerian Luar Negeri Brasil mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sangat “terkejut” saat mengetahui pengeboman yang dilakukan oleh Israel, “Pengeboman ini menyebabkan pembunuhan warga-warga sipil Palestina, termasuk anak-anak. Pemerintah Brasil menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan mengungkapkan solidaritasnya dengan rakyat dan pemerintah negara Palestina.” Yordania dan Turki juga mengutuk serangan itu.
Sementara itu, sejumlah negara mengutuk tembakan roket balasan Palestina. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menegaskan kembali “dukungan ketat Washington untuk keamanan Israel”. Jerman juga mengecam serangan roket Palestina terhadap Israel dengan mengatakan “harus segera dihentikan”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








