Laporan terbaru Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan tingkat kontaminasi mikrobiologi air yang mengkhawatirkan di Gaza. Selain itu, misi PBB yang mengunjungi lokasi pengungsian di Kota Gaza menemukan kondisi air, sanitasi, dan kebersihan yang sangat buruk.
Menurut laporan tersebut, akses terhadap layanan dasar air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di Gaza bagian utara terus mengalami penurunan yang signifikan.
“Pada awal Oktober 2024, diperkirakan setidaknya 75 persen infrastruktur WASH di wilayah utara Wadi Gaza, dengan populasi sekitar 450.000 warga Palestina, telah mengalami kerusakan. Dari total sumur kota, hanya 20 persen yang dinilai beroperasi sebagian, dengan menghasilkan pasokan air yang hanya mencapai 10 persen dibandingkan pasokan sebelum 7 Oktober 2023.”
“Selain itu, sejak serangan terbaru yang dilancarkan pasukan Israel di Gaza utara pada 6 Oktober 2024, akses ke titik-titik produksi air di Gaza bagian utara dan timur secara konsisten dibatasi oleh otoritas Israel. Hal ini, menurut WASH Cluster, sangat menghambat kemampuan mitra kemanusiaan untuk mendukung pemompaan dan distribusi air.”
“Akibatnya, penduduk, terutama ribuan orang yang tinggal di wilayah terkepung seperti di Jabaliya, Beit Lahiya, dan Beit Hanoun, terpaksa bergantung pada sumur pribadi yang sudah rusak. Sumur ini menggunakan tenaga surya dan hanya mampu menghasilkan air dalam jumlah terbatas yang sering kali tidak aman untuk dikonsumsi.”
Ratusan fasilitas air dan sanitasi di Gaza telah rusak atau hancur sejak dimulainya serangan besar-besaran oleh Israel. Kerusakan pada penampungan utama air juga menyebabkan terhambatnya proses perbaikan.
Kurangnya pasokan air bersih dan meluasnya aliran limbah yang tidak diolah menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.
Otoritas Air Palestina melaporkan bahwa kerusakan pada sektor air di Gaza telah melebihi 80 persen, mencakup sumur, stasiun pompa, fasilitas desalinasi, jaringan distribusi, dan pabrik pengolahan limbah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








