Pasukan Israel telah mengintensifkan serangan di Gaza, membombardir sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza tengah ketika tank-tank mereka bergerak lebih jauh ke bagian timur kota Rafah di selatan.
Di Kamp Pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, pesawat tempur Israel menyerang sebuah rumah pada hari Selasa (14/5) dan membunuh sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk anak-anak, kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.
Militer Israel memerintahkan lebih banyak penduduk untuk mengungsi di beberapa bagian utara, tempat pertempuran antara tentara Israel dan pejuang Hamas kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tank, buldoser, dan kendaraan lapis baja Israel mengepung zona evakuasi dan tempat perlindungan di Kamp Pengungsi Jabalia, kamp pengungsi terbesar di utara, yang kini sebagian besar bangunannya telah hancur. Baku tembak sengit terus berlanjut pada Selasa malam di kamp tersebut.
Di Rafah, yang berbatasan dengan Mesir, warga Palestina mengatakan mereka melihat asap mengepul di atas distrik timur kota dan mendengar ledakan setelah Israel membombardir permukiman. Belum ada komentar langsung dari militer Israel.
PBB mengatakan lebih dari setengah juta warga Palestina telah mengungsi dalam beberapa hari terakhir akibat meningkatnya operasi militer Israel di Gaza selatan dan utara. Perintah evakuasi di wilayah utara sejauh ini telah membuat sedikitnya 100.000 orang mengungsi, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq kepada wartawan pada hari Senin.
Sementara itu, diperkirakan 450.000 warga Palestina telah diusir dari Rafah selama seminggu terakhir, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Lebih dari 1,5 juta pengungsi Palestina mencari perlindungan di Rafah, setelah mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka di bagian lain Gaza yang menjadi sasaran pengeboman intensif Israel sejak Oktober.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








