Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa lebih dari 415.000 pengungsi di Gaza kini berlindung di gedung sekolahnya. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial pada Ahad (01/12), UNRWA menyampaikan kesaksian Aisha, salah satu perempuan Gaza yang berlindung di sekolah.
Aisha mengungkapkan rasa lelahnya, “Tempat ini dimaksudkan untuk pendidikan, bukan untuk tempat tinggal. Kami sangat menderita karena kondisi kesehatan yang kami alami, kondisi ekonomi, perjuangan untuk mendapatkan makanan dan minuman — tidak ada dukungan, tidak ada bantuan.” UNRWA juga menyoroti bahwa ratusan ribu orang lainnya berusaha bertahan hidup dalam kondisi yang lebih buruk di tempat penampungan sementara.
Situasi ini terjadi di tengah genosida yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu. Agresi ini telah membunuh hampir 44.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 105.000 orang. Memasuki tahun kedua, agresi tersebut mendapat kecaman internasional yang semakin tajam. Banyak pihak menilai serangan dan blokade yang dilakukan Israel merupakan upaya sistematis untuk menghancurkan populasi di Gaza.
Pada 21 November, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait operasi militer mematikannya di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








