Forum Tunisia untuk Hak Ekonomi dan Sosial (FTDES) mengonfirmasi pada Rabu (24/8) bahwa lebih dari 2.000 anak Tunisia telah tiba di Italia sebagai imigran gelap sejak awal 2022. Forum tersebut mengatakan bahwa total 10.139 warga Tunisia, termasuk 2.102 anak-anak dan 498 wanita, berhasil mencapai negara Eropa itu. LSM yang mengkhususkan diri dalam masalah migrasi tidak memberikan rincian tentang usia anak-anak tersebut.
Sebaliknya, lebih dari 14.700 imigran gelap dicegat, banyak dari mereka adalah orang Afrika sub-Sahara. Sebanyak 443 meninggal atau hilang dalam periode yang sama. Media lokal mengungkapkan kematian seorang guru Tunisia yang menganggur dan putranya yang berusia empat tahun yang tenggelam dalam upaya mencapai Eropa dari Monastir di pantai timur Tunisia pada 14 Agustus 2022. Tragedi itu dikonfirmasi oleh juru bicara Garda Nasional pada Selasa, dan menciptakan kegemparan di negara itu.
Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengumumkan pada 19 Agustus 2022 bahwa mereka telah menyelamatkan 101 migran di lepas pantai Monastir dalam satu minggu. Selama akhir pekan di pertengahan Agustus, Garda Nasional mencegat lebih dari 650 imigran gelap, termasuk ratusan warga Tunisia. Ketika kondisi cuaca membaik, upaya migrasi tidak teratur dari pantai Tunisia dan Libya menuju Italia semakin meningkat. Pulau kecil Lampedusa di Italia, tempat yang dituju oleh banyak migran, hanya berjarak 140 km dari pantai timur Tunisia. “Kenyataan tentang ketidakpastian dan kemerosotan layanan publik setiap hari, menjadikan laut yang berbahaya sebagai solusi di mata orang-orang Tunisia yang menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka,” kata FTDES.
Organisasi itu mengutuk kebijakan “tidak manusiawi” dari Uni Eropa yang membatasi kebebasan bergerak. Di Tunisia, yang sedang mengalami krisis politik dan ekonomi yang kompleks, terdapat sekitar empat juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Negara ini telah sangat terpecah sejak penerapan tindakan darurat oleh Presiden Kais Saied pada 25 Juli 2021 yang membuatnya mengambil alih kekuasaan eksekutif dan legislatif penuh. Menurut angka yang diterbitkan oleh Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) pada 12 Agustus 2022, jumlah imigran gelap yang menuju Eropa adalah 14.800 pada Juli, 30 persen di antaranya adalah warga Tunisia.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







