Lebih dari 200.000 anak terdorong ke jurang kemiskinan di negara-negara UE pada tahun 2021, menambah jumlah total anak yang hidup dalam kemiskinan menjadi lebih dari 19,6 juta, menurut laporan Save the Children. Eropa adalah salah satu wilayah terkaya di dunia, tetapi laporan tersebut mengungkap peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah anak dan keluarga yang hidup dalam kemiskinan dan pengucilan sosial akibat biaya hidup, krisis iklim, dan pandemi COVID-19.
Laporan ‘Guaranteeing Children’s Future: How COVID-19, cost-of-living and climate crises affect children in poverty and what governments in Europe need to do‘ membandingkan berbagai tingkat kemiskinan anak di 14 negara Uni Eropa antara tahun 2020 dan 2021. Peneliti menggunakan indikator AROPE, instrumen utama yang digunakan untuk mengukur kemajuan menuju target UE 2030 tentang kemiskinan dan pengucilan sosial di Eropa. Spanyol dan Rumania mendapat skor tertinggi dengan 33,4% dan 41,5% anak-anak berisiko kemiskinan atau pengucilan sosial.
Perang di Ukraina dan kenaikan biaya hidup telah membawa tantangan yang tak tertahankan bagi kehidupan jutaan keluarga, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah yang telah menderita selama pandemi. Harga sembako seperti susu, sereal, dan minyak meroket, memaksa keluarga untuk mengurangi jatah makan. Di Rumania, 40% rumah tangga mengalami penurunan pendapatan pada tahun 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara pengeluaran meningkat secara mengejutkan sebesar 98%. Sebagian besar keluarga mengencangkan ikat pinggang dengan memotong setengah pengeluaran untuk peralatan dan makanan, yang menimbulkan risiko bagi kesejahteraan anak-anak.
Laporan tersebut menemukan bahwa anak-anak dengan latar belakang migran, pengungsi, pencari suaka, serta anak-anak tanpa dokumen dan tanpa pendamping, termasuk di antara yang paling terdampak. Di Italia, misalnya, 32,4% migran hidup dalam kemiskinan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal dalam keluarga dengan orang tua tunggal, keluarga besar yang kurang beruntung, anak-anak penyandang disabilitas, dan anak-anak dari etnis minoritas juga berisiko.
Eric Großhaus, Advocacy Manager Child Poverty and Social Inequality Save the Children Jerman, mengatakan, “Angka kemiskinan anak di seluruh Eropa sangat hancur. Terdapat 19,6 juta anak di UE yang hidup dalam kemiskinan, dan lebih dari dua juta di antaranya tinggal di Jerman. Dengan satu dari lima anak dalam berada dalam kemiskinan secara nasional, tidak ada lagi alasan: pemerintah Jerman akhirnya harus memenuhi janjinya untuk mengatasi kemiskinan anak.”
Terlepas dari situasi yang suram, masih ada harapan terlihat, karena UE menyaksikan momentum politik untuk perlindungan hak-hak anak. Pada 14 Juni 2021, Dewan UE mengadopsi Rekomendasi yang menetapkan Jaminan Anak Eropa yang merupakan instrumen kebijakan tingkat UE pertama yang bertujuan untuk mengatasi ketidakberuntungan dan pengucilan anak.
Negara-negara anggota diwajibkan untuk memberikan akses gratis untuk pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta perumahan yang memadai untuk anak-anak yang berisiko. Negara-negara anggota diharapkan untuk menyerahkan Rencana Aksi Nasional mereka pada 15 Maret tahun lalu, tetapi tidak semuanya melakukannya.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








