• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Lebih dari 110 Tawanan Palestina Terbunuh dalam Penjara Israel, di Tengah Dorongan Ben-Gvir untuk Legalkan Hukuman Mati

by Adara Relief International
Desember 9, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Lebih dari 110 Tawanan Palestina Terbunuh dalam Penjara Israel, di Tengah Dorongan Ben-Gvir untuk Legalkan Hukuman Mati
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Media Israel Walla merilis data baru yang mengguncang fokus politik Israel terkait usulan undang-undang hukuman mati bagi tawanan Palestina. Saat Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terus mendorong RUU tersebut, Walla mengungkap bahwa Israel telah membunuh sedikitnya 110 tawanan Palestina melalui penyiksaan di pusat-pusat penahanan antara Januari 2023 hingga Juni 2025. Sebagian besar dari mereka meninggal di rumah sakit setelah dipindahkan dari penjara.

Angka ini digambarkan sebagai rekor tertinggi dalam beberapa dekade, melampaui jumlah kematian yang sebelumnya pernah tercatat. Temuan tersebut muncul setelah laporan dari Kantor Pembela Umum Israel yang menunjukkan penurunan tajam kondisi kesehatan para tawanan Palestina akibat kerasnya kondisi penjara.

Tidak ada data resmi pembanding sebelum Ben-Gvir menjabat, tetapi organisasi HAM yang memantau penjara Israel menyebut bahwa sebelumnya jumlah kematian berada pada angka puluhan. Kementerian Urusan Tawanan Palestina mencatat bahwa pada periode 1967–2007 terdapat 187 tawanan Palestina meninggal sehingga angka terkini jelas memperlihatkan lonjakan kematian pada beberapa tahun terakhir.

Pada saat yang sama, jumlah tawanan Palestina meningkat drastis. Sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada Oktober 2023, yang telah membunuh lebih dari 70.000 warga Palestina, jumlah warga Palestina yang dipenjara melonjak dari kurang dari 5.000 menjadi hampir 11.000 orang pada September 2025, menurut B’Tselem.

Baca Juga

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Laporan Physicians for Human Rights Israel (PHRI) mengungkap bahwa setidaknya 94 tawanan Palestina meninggal antara 7 Oktober 2023 dan 31 Agustus 2025–angka tersebut diyakini hanya sebagian dari total sebenarnya. PHRI menyimpulkan bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya “taktik sengaja Israel untuk membunuh tawanan Palestina.”

Sejak Ben-Gvir mengambil alih sistem penjara pada 2023, laporan penyiksaan dan kekerasan melonjak tajam. Ben-Gvir, pemimpin partai ekstremis Jewish Power, bahkan mensponsori RUU yang melegalkan eksekusi tawanan Palestina, dan menghadiri sidang RUU tersebut sambil mengenakan pin berbentuk tali gantungan berwarna kuning yang melambangkan dukungannya pada hukuman mati.

Sementara itu, Komite PBB Menentang Penyiksaan melaporkan bahwa Israel memiliki “kebijakan negara secara de facto berupa penyiksaan yang terstruktur dan meluas”. Komite tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam atas bukti pemukulan brutal, serangan dengan anjing, penyetruman, waterboarding, pemaksaan tubuh dalam posisi yang sangat menyakitkan selama berjam-jam (stress positions), kekerasan seksual, serta penolakan sistematis terhadap perawatan medis. Para tawanan juga dilaporkan ditelanjangi, kekurangan makanan dan air, menjalani operasi tanpa anestesi, hingga dipaksa bertingkah seperti hewan atau bahkan disiram urin.

Di tengah kondisi tersebut, Komite Keamanan Nasional Israel tetap mendorong pembacaan kedua dan ketiga RUU hukuman mati, yang oleh Ben-Gvir disebut sebagai “bayi” politiknya.

 Sumber:

Palinfo, Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Turut Serta dalam Seruan Global untuk Menghentikan Likuidasi dan Genosida Melalui The Jerusalem Covenant Conference

Next Post

Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
24

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
15
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
32
Next Post
Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630