Kelompok pejuang hak tawanan Palestina melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, pasukan Israel telah menangkap lebih dari 1.630 anak di Tepi Barat yang diduduki serta puluhan lainnya di Gaza. Laporan ini dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia.
Menurut Otoritas Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina, Klub Tawanan Palestina, dan LSM Addameer, tindakan Israel merupakan bagian dari kampanye sistematis terhadap anak-anak Palestina yang selama puluhan tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap pelanggaran Israel. Selain penangkapan, Israel juga melakukan penggerebekan malam ke rumah-rumah, menghalangi akses pendidikan, dan melakukan serangan mematikan terhadap anak-anak.
Dalam pernyataannya, kelompok-kelompok tersebut menegaskan bahwa anak-anak Palestina “membayar harga karena hidup dalam realitas yang dikuasai kolonialisme, yang tidak membedakan antara tua dan muda.” Mereka menyoroti bahwa sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh puluhan ribu anak di Gaza, menandai “titik balik berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya.”
Banyak tawanan anak dilaporkan mengalami penghilangan paksa, dilarang menerima kunjungan, dan ditawan tanpa dakwaan maupun proses pengadilan. Sekitar 350 anak Palestina, termasuk dua anak perempuan, saat ini berada di penjara Israel dalam kondisi yang jauh dari standar internasional untuk perlindungan anak. Mereka menghadapi kelaparan, isolasi, serta kurangnya layanan medis dan bantuan hukum.
Testimoni anak-anak yang dibebaskan mengungkapkan bahwa penahanan mereka menjadi bagian dari strategi hukuman kolektif Israel setelah pecahnya perang di Gaza. Mereka mengatakan bahwa mereka sengaja diisolasi dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan oleh otoritas penjara Israel. Kelompok HAM menambahkan bahwa perlakuan kejam ini semakin parah dan meluas setelah dimulainya agresi genosida di Gaza.
Lebih dari 90 anak saat ini ditahan tanpa dakwaan di bawah status penahanan administratif, yang memungkinkan Israel menahan mereka tanpa batas waktu.
Kelompok pembela hak tawanan mendesak negara-negara dunia untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran terhadap anak-anak Palestina, serta menekankan bahwa opini nasihat Mahkamah Internasional mengenai pendudukan Israel harus segera ditegakkan.
Di Gaza, otoritas setempat melaporkan bahwa hampir 20.000 anak telah dibunuh oleh Israel sejak Oktober 2023. Laporan Save the Children pada September lalu menyebut angka ini setara dengan satu anak dibunuh setiap jam sejak agresi dimulai.
Sumber:
The New Arab








