Lebih dari 1.300 warga Palestina, termasuk anak-anak, telah mengungsi akibat lonjakan ‘kebijakan’ penghancuran rumah sejak Presiden AS Joe Biden menjabat, menurut data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Data tersebut terdiri atas penutupan permanen atau penghancuran properti perumahan atau komersial, atau bagian penting dari infrastruktur seperti pipa air, jalan, dan fasilitas jaringan.
Pengacara Palestina, Diana Buttu mengatakan, “Bennett memperjelas bahwa di sinilah masa depan hubungan Israel-Palestina berada. Masa depan terletak pada orang-orang Palestina yang diungsikan ke dalam wilayah-wilayah kumuh kecil ini. Dan semua tanah di sekitar wilayah ini perlahan-lahan akan dirampas untuk pemukiman Israel.”
Strategi penghancuran rumah yang menargetkan seluruh keluarga Palestina adalah tindakan hukuman kolektif ilegal dan merupakan pelanggaran langsung terhadap Hukum Hak Asasi Manusia Internasional. Menurut The Intercept, para ahli menyimpulkan bahwa peningkatan laju penghancuran Israel disebabkan oleh penolakan Biden untuk menekan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengenai hak-hak Palestina, meskipun hal itu mungkin diselesaikan melalui diskusi.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








