Lebih dari 1.000 ilmuwan di seluruh dunia, terutama psikolog dan ahli saraf, telah menandatangani surat terbuka yang mendesak gencatan senjata di Gaza, Palestina sekaligus menyerukan masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghormati hukum humaniter internasional, menurut kantor berita Spanyol, EFE.
Para penandatangannya termasuk peraih Nobel May-Britt Moser dan Edvard Moser dari Norwegia serta Susumu Tonegawa dari Jepang.
Beberapa peneliti Spanyol, termasuk Pablo Lanillos, anggota kelompok Neuro Artificial Intelligence dan Robotics di Institut Cajal, juga menandatangani surat tersebut. “Seruan ini kuat karena datangnya dari ahli saraf — orang-orang yang mempelajari bagaimana otak memahami dan memproses konflik semacam itu,” kata Lanillos kepada EFE .
Para ilmuwan mengatakan wilayah tersebut terperangkap dalam siklus kekerasan dan dendam yang merusak kemungkinan hidup berdampingan secara damai, seraya menambahkan bahwa “kebencian, kematian, dan kehancuran” tengah merajalela.
Para ilmuwan meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri perangnya, termasuk melalui penghentian penjualan senjata atau mengevaluasi kembali perjanjian kerja sama.
“Kami tidak menentang orang Israel,” kata surat itu. “Kami mendukung semua orang — Israel, Palestina, dan Lebanon.”
Mereka berpendapat, strategi Israel saat ini telah menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terhadap warga Palestina dan membahayakan keselamatan rakyatnya sendiri. Surat itu dimulai oleh para peneliti di Universitas Sorbonne di Prancis dan Princeton di AS.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








