“Agresi brutal yang berlangsung selama setahun telah mengubah Jalur Gaza menjadi kuburan bagi puluhan ribu orang dan lautan puing”, kata badan PBB untuk pengungsi Palestina pada hari Senin (7/10).
“Dua belas bulan agresi brutal telah mengubah Jalur Gaza menjadi lautan puing yang tak dapat dikenali lagi dan kuburan bagi puluhan ribu orang, termasuk banyak anak-anak,” kata Philippe Lazzarini, komisaris jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), di platform media sosial X (Twitter) pada peringatan pertama agresi genosida Gaza.
Satu tahun telah berlalu, dan tiada hari tanpa keluarga-keluarga di Gaza mengalami penderitaan yang tak terkira, karena pengungsian paksa, penyakit, kelaparan, dan kematian telah menjadi norma sehari-hari bagi 2 juta orang yang terjebak di daerah kantong yang dibom dan dikepung,” kata Lazzarini.
“Anak-anak adalah pihak pertama dan yang paling menderita. Selain pembunuhan dan cedera, setiap anak di Gaza mengalami trauma dan banyak di antaranya terluka. Lebih dari 650.000 anak kehilangan satu tahun lagi untuk belajar. Alih-alih berada di ruang kelas, mereka harus berjuang di antara puing-puing dengan putus asa dan ketakutan,” katanya.
Lazzarini mencatat bahwa Timur Tengah “semakin terjerumus ke dalam konflik, pembunuhan, dan kengerian yang nyata.”
“Perluasan agresi ke Lebanon mendatangkan malapetaka bagi warga sipil, banyak yang terpaksa menghidupkan kembali trauma masa lalu,” katanya.
Jumlah korban terbunuh warga Palestina akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 41.909, dengan jumlah korban luka-luka mencapai 97.303, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








