Pemerintah kota di Jalur Gaza tengah memperingatkan bahwa semua layanan publik penting terancam lumpuh total akibat krisis bahan bakar, menyusul penutupan perbatasan secara terus-menerus oleh Israel.
Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan hanya tinggal menunggu waktu hingga terjadinya penghentian total layanan dasar seperti pengoperasian sumur air, sistem limbah, pengangkutan sampah, dan pembersihan jalan darurat. Krisis ini diperparah dengan dihentikannya pasokan air dari pipa Mekorot sejak 23 Januari.
Situasi ini menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama di kamp-kamp pengungsi padat penduduk yang sudah terdampak kehancuran infrastruktur dan pengungsian massal. Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah menghancurkan 719 sumur air, menyebabkan konsumsi air warga Gaza merosot hingga 99%.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan wabah penyakit dan bencana lingkungan. Pelapor Khusus PBB untuk hak atas air dan sanitasi menyebut serangan Israel terhadap infrastruktur air sebagai pelanggaran hukum internasional.
Di tengah krisis ini, seorang bayi perempuan meninggal dunia di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, akibat malnutrisi parah. Menurut sumber medis, kematian ini mencerminkan dampak nyata dari pengepungan Israel yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan.
Program Pangan Dunia (WFP) mencatat lebih dari 70.000 anak di Gaza saat ini sedang menderita malnutrisi akut. Sementara itu, organisasi kemanusiaan terus menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan blokade dan mencegah bencana kesehatan berskala besar.
Sumber:
Child dies of malnutrition in southern Gaza amid ongoing Israeli siege
Gaza municipalities warn of total service collapse as Israel blocks fuel, risking health disaster








