Layanan medis di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza terhenti total setelah tentara Israel menyerbu Rumah Sakit tersebut pada Rabu pagi, Anadolu Agency melaporkan.
Sebuah sumber di Rumah Sakit Al-Shifa, yang meminta anonimitas karena alasan keamanan, mengatakan kepada Anadolu, “Tentara Israel menahan para pengungsi di dalam kompleks medis, mencegah pergerakan ke dan/atau dari fasilitas tersebut. Ratusan pasien dan orang terluka berisiko meninggal akibat penghentian layanan,” kata sumber itu. Disebutkan bahwa Pasukan Israel menduduki departemen dialisis ginjal rumah sakit tersebut.
Pada Rabu pagi, tentara Israel menyerbu Kompleks Medis Al-Shifa setelah mengepungnya selama berhari-hari, meskipun rumah sakit tersebut merupakan tempat bagi warga sipil yang mengungsi untuk mencari perlindungan.
Ketika serangan Israel di Jalur Gaza memasuki hari ke-40, setidaknya 11.320 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7.800 wanita dan anak-anak, dan lebih dari 29.200 lainnya terluka, menurut angka terbaru dari otoritas Palestina.
Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja juga telah rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat Israel yang tiada henti terhadap wilayah kantong yang terkepung tersebut sejak bulan lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








