Keputusan Departemen Wakaf di Al-Quds dan Direktur Masjid Al-Aqsa Syekh Omar Al-Kiswani, yang menyeru agar jamaah Masjid Al-Aqsa mengosongkan dan mencegah i’tikaf di dalamnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan, memicu penolakan publik, termasuk dari para ulama.
Keputusan untuk mencegah i’tikaf di Al-Aqsa bertepatan dengan rencana yang diumumkan oleh para pemukim untuk melakukan penyerangan besar-besaran ke Al-Aqsa pada hari raya ‘Pesach’ Yahudi yang jatuh pada 15 April mendatang dan mereka berencana untuk membuat persembahan hewan kurban.
Ahli dalam urusan Al-Aqsa dan Al-Quds, Jamal Amr, percaya bahwa keputusan untuk mencegah i’tikaf di Masjid Al-Aqsa muncul setelah tekanan diberikan kepada Badan Wakaf di Al-Quds. Amr mengatakan kepada kantor berita Palestina Al-Youm bahwa mencegah i’tikaf di al-Aqsa merupakan keputusan yang mengecewakan dan tidak benar. Menurutnya, mengosongkan al-Aqsa dari penduduk Muslim yang beri’tikaf berarti membuka jalan bagi pendudukan dan kawanan pemukim untuk menyerang al-Aqsa dan melaksanakan rencana mereka.
Sumber:
https://paltoday.ps/ar/post/440717/منع–الإعتكاف–في–المسجد–الاقصى–ي–ثير–ضجة–والتنفيذ–لمن–يملك–القرار
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







