Rabu (25/12), sebuah rudal sisa serangan Israel sebelumnya meledak di kamp pengungsi Palestina Rashidieh di Kota Tyre, Lebanon selatan, menyebabkan seorang terbunuh dan dua orang lainnya terluka.
“Sebuah rudal sisa perang meledak di Kamp Rashidieh, mengakibatkan seorang pria dari keluarga Al-Qassem terbunuh dan kedua anaknya terluka,” Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan.
Badan tersebut menambahkan bahwa tim ambulans berupaya memindahkan para korban ke rumah sakit di Tyre.
Sehari setelahnya, pasukan Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah strategis di Lebanon selatan (26/12). Pasukan Israel bergerak ke daerah Wadi al-Hujeir, menembakkan senapan mesin kaliber berat selama invasi mereka di wilayah tersebut, lapor NNA. Serangan tersebut memaksa penduduk Kota Qantara di dekatnya meninggalkan rumah mereka menuju Desa Ghandourieh.
Tidak ada komentar dari tentara Israel mengenai laporan tersebut.
Pihak berwenang Lebanon telah melaporkan lebih dari 300 pelanggaran Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November dengan harapan mengakhiri lebih dari 14 bulan pertempuran antara tentara Israel dan Hizbullah.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








