Dua orang terbunuh pada Senin (23/12) dalam serangan Israel di daerah Marjayoun di Lebanon selatan, yang merupakan pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku selama sekitar satu bulan.
Kantor Berita Nasional resmi Lebanon (NNA) melaporkan bahwa “dua terbunuh dan satu orang terluka” akibat serangan udara yang menargetkan sekelompok orang di dekat Sekolah Umum Tayibe di daerah tersebut.
Anadolu melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan total korban akibat pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan menjadi 32 terbunuh dan 38 terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon dan NNA.
Sejak perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah Lebanon berlaku pada tanggal 27 November, tentara Israel telah melakukan pelanggaran yang meluas, termasuk melakukan penggerebekan, menembak warga Lebanon, dan meledakkan hunian di kota-kota dan desa-desa perbatasan.
Dalam konteks ini, sumber-sumber Lebanon melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel meledakkan lebih banyak rumah di Kota Kafr Kila.
Kantor Berita Nasional Lebanon juga melaporkan bahwa pasukan pendudukan meledakkan beberapa rumah di daerah Al-Bustan dan Al-Zaloutiya di Distrik Tyre.
Dalam laporan lainnya, media Lebanon melaporkan bahwa pasukan Israel meledakkan rumah-rumah di Kota Naqoura, melakukan operasi buldoser di pinggiran utara Kota Maroun al-Ras, dan mengibarkan bendera Israel di sebuah bukit di daerah Alexandretta antara dua kota tersebut.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








