Dewan Keamanan PBB kembali gagal mengatasi pembantaian Israel terhadap warga Palestina. Sejauh ini, DK PBB masih belum dapat mencapai konsensus, dengan beberapa resolusi yang ditolak dalam seminggu terakhir. AS dan Rusia telah memimpin dua upaya terpisah untuk menghasilkan sebuah resolusi, kemarin. Namun keduanya menganggap naskah yang diusulkan oleh pihak lain tidak dapat diterima, dan telah menggunakan hak veto mereka untuk mencegah resolusi tersebut disahkan.
AS pada akhirnya menyerukan “jeda kemanusiaan”, namun menolak gencatan senjata, dalam resolusi ini. Mereka terus berupaya memastikan bahwa setiap resolusi yang disahkan oleh Dewan Keamanan akan menyalahkan Gerakan Perlawanan Palestina atas kekerasan yang terjadi di Israel dan Gaza. Sedangkan resolusi Rusia berkonsentrasi pada upaya mendorong gencatan senjata.
Brazil mengupayakan pendekatan jalan tengah pada 18 Oktober, mengutuk semua tindakan kekerasan, termasuk yang dilakukan oleh Hamas, dan menyerukan jeda kemanusiaan. AS memveto resolusi tersebut, meskipun mendapat dukungan dari mayoritas anggota Dewan Keamanan. Perwakilan AS berdalih bahwa resolusi tersebut tidak menyebutkan “hak untuk membela diri” Israel dan bahwa diplomasi AS memerlukan kesempatan untuk menjalankan agenda mereka.
Hasil pemungutan suara tersebut adalah 4 suara mendukung, 2 suara menentang dan 9 suara abstain. AS dan Inggris memberikan suara tidak. Hanya lima anggota tetap Dewan Keamanan – Tiongkok, AS, Prancis, Inggris, dan Rusia – yang memiliki hak veto. Resolusi tersebut tidak diadopsi karena gagal mendapatkan minimal sembilan suara “ya”.
Berdasarkan Piagam PBB, dewan tersebut bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Namun penolakan yang terjadi pada hari Rabu (25/10), menyusul penolakannya pada minggu lalu terhadap resolusi Rusia dan proposal Brasil, membuat Dewan Keamanan terpecah dan lumpuh dalam mengambil tindakan terhadap situasi Israel-Palestina. Dewan Keamanan telah memveto empat rancangan resolusi mengenai situasi Israel-Palestina dalam waktu 10 hari.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








