Di tengah pengepungan Israel yang masih berlangsung, kondisi cuaca ekstrem di Jalur Gaza telah memakan korban jiwa, termasuk bayi yang baru lahir. Pada hari Ahad (29/12), seorang bayi laki-laki bernama Jum’ah al-Batran yang berusia 30 hari meninggal dunia karena hipotermia di tenda keluarganya di Kota Deir al-Balah, Gaza tengah. Cuaca dingin yang ekstrem dan ketiadaan alat pemanas menjadi penyebab utama tragedi ini.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Jum’ah adalah bayi kelima yang meninggal akibat hipotermia dalam beberapa hari terakhir. Ayah Jum’ah mengungkapkan bahwa keluarganya telah dievakuasi dari Beit Lahiya ke Gaza Tengah delapan bulan lalu dan kini tinggal di tenda rapuh tanpa perlindungan memadai. Dengan hanya beberapa helai selimut dan kayu untuk menghangatkan keluarganya, ia tidak mampu melindungi Jum’ah dari suhu dingin yang ekstrem.
Kondisi serupa juga dihadapi oleh saudara kembar Jum’ah yang saat ini dirawat di ICU akibat hipotermia. Tidak hanya bayi-bayi seperti Jum’ah yang menjadi korban, seorang perawat pria bernama Ahmed al-Zaharna juga meninggal karena hipotermia di Gaza selatan pada Jumat (27/12) lalu.
Musim dingin di Gaza telah membuat ratusan ribu orang yang mengungsi akibat agresi terpaksa hidup di tenda-tenda di sepanjang wilayah pesisir Gaza bagian barat. Situasi ini menggambarkan krisis kemanusiaan yang semakin parah di tengah bantuan dan perlindungan yang sangat minim akibat blokade ketat berkepanjangan.
Dana Anak-anak PBB (UNICEF) memperingatkan bahwa banyak anak terlantar di Gaza yang memakai pakaian tipis, karena banyak dari mereka terpaksa melarikan diri dari pengeboman Israel pada awal tahun ini dengan mengenakan pakaian musim panas.
Dalam konteks ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini memperingatkan bahwa orang-orang yang tinggal di tempat penampungan sementara di Gaza mungkin tidak dapat bertahan hidup pada musim dingin. PBB mencatat bahwa setidaknya 945.000 orang membutuhkan persediaan musim dingin, yang harganya melonjak tinggi di wilayah tersebut.
Sumber:
https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








