Seorang blogger Oman telah menyebabkan kemarahan dengan mengunjungi ‘Israel’ karena tampak seperti mendukung normalisasi dengan negara pendudukan. Asma Al-Shehhii yang tinggal di UEA, negara yang telah menormalisasikan hubungan dengan negara pendudukan, memposting video di akun Instagramnya yang mendokumentasikan kunjungannya sejak ia mendarat di Bandara Ben Gurion pada Jumat. Blogger tersebut memfilmkan gerbang masuk di bandara dan menyebutkan bahwa “pegawai tempat itu terkejut saat pertama kali melihat paspor dari Kesultanan Oman.”
Perjalanan akhir pekannya tersebut termasuk kunjungan ke Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) dan situs-situs terkenalnya seperti Masjid Al-Aqsa dan Gerbang Damaskus, yang dia gambarkan dalam keterangan sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”. Asma juga mengunjungi kota pelabuhan utara Haifa yang memiliki populasi Arab yang signifikan. Namun, videonya mendapat kritik dari banyak masyarakat kesultanan, termasuk LSM Oman Menentang Normalisasi yang menanggapi di Twitter dengan menyatakan: “Mengunjungi Masjid Al-Aqsa sebagai seorang Muslim Arab merupakan salah satu narasi terpenting yang dipromosikan oleh entitas Israel untuk menutupi kejahatannya terhadap rakyat Palestina.” “Tidak mungkin memasuki #Jerusalem tanpa persetujuan Israel. Ini adalah pengakuan dan konfirmasi atas kedaulatan pendudukan atas Yerusalem, selain pengembalian ekonomi yang dihasilkan oleh pariwisata dan normalisasi kunjungan ke pendudukan,” tambah organisasi itu.
Netizen Oman lainnya juga menyatakan ketidaksetujuan mereka atas kunjungan blogger tersebut. Salah satu pengguna, Issa Al-Balushi berkata: “Kami [Oman] akan mengunjungi Yerusalem sebagai pembebas, bukan [orang yang menyetujui normalisasi]. Yakinlah, dia (Al-Shehhi) bukan (bagian dari) Oman, dia hanya mengaku-ngaku]. Perhatian utama Oman adalah pembebasan Palestina dan Yerusalem.” Pengguna lain berkomentar: “Ini adalah langkah dalam mempromosikan normalisasi dengan musuh Israel dan melayani agenda pihak-pihak yang berusaha untuk mengintegrasikan entitas Israel di wilayah Arab. Orang-orang Arab mengutuk langkah ini.”
Terlepas dari spekulasi awal bahwa Muscat akan bergabung dengan UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan yang telah menandatangani Abraham Accords yang ditengahi AS pada 2020 untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, parlemen Oman memilih untuk mengkriminalkan hubungan dengan “entitas Zionis”. Undang-undang tersebut merupakan amandemen dari dekrit kerajaan sebelumnya yang melarang “interaksi dengan entitas Zionis untuk tokoh swasta dan publik”. Tahun lalu, Irak menjadi negara Arab pertama yang secara resmi mengkriminalisasi normalisasi dengan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








