• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Krisis Sri Lanka: Tangisan Ibu yang Terpaksa Memilih Anak yang Bisa Melanjutkan Sekolah

by Adara Relief International
Januari 9, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Krisis Sri Lanka: Tangisan Ibu yang Terpaksa Memilih Anak yang Bisa Melanjutkan Sekolah
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Malki adalah anak berusia sepuluh tahun yang terlalu bersemangat untuk bangun dari tempat tidur. Dia bangun satu jam sebelum dua saudara perempuan dan dua saudara laki-lakinya. Ia terlebih dahulu memotong kukunya. Hari ini adalah hari pertamanya kembali ke sekolah dan dia ingin bersih. Tapi, saudara-saudaranya harus tinggal di rumah karena keluarganya hanya mampu menyekolahkan Malki. Enam bulan lalu, Sri Lanka menghadapi badai krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan. Pengangguran massal dan kenaikan harga yang dramatis kini terlihat di antara banyak keluarga. 

Ini adalah mimpi buruk setiap orang tua. Ibu Malki, Priyanthika, harus menghentikan sekolah anak-anaknya agar bisa mendapatkan uang dengan menjual kembang api. Harga makanan di Sri Lanka mencapai rekor tertinggi ketika inflasi mencapai titik tertinggi hampir 95%. Beberapa hari, tidak ada seorang pun di keluarga Malki yang makan. Meskipun sekolah di Sri Lanka gratis, makanan tidak disediakan. Jika ditambah dengan biaya seragam dan transportasi, pendidikan adalah kemewahan yang tidak mampu lagi ditanggung oleh Priyanthika.

Dia membutuhkan sekitar 400 rupee per hari ($1,09) untuk setiap anak jika mereka ingin kembali ke sekolah. Ia duduk di rumahnya yang hanya memiliki satu kamar, tempat keluarganya berbagi tempat untuk tidur. Priyanthika menyeka air mata dari wajahnya, “Semua anak-anak ini dulu pergi ke sekolah setiap hari. [Namun] saya tidak punya uang untuk menyekolahkan mereka sekarang,” katanya. 

Malki bisa bersekolah karena sepatu dan seragamnya masih bisa dipakai. Tapi, adik perempuannya Dulanjalee terbaring di tempat tidur sambil menangis. Ia kesal karena hari ini bukan gilirannya. “Sayangku, jangan menangis,” kata Priyanthika. “Aku akan mencoba dan membawamu besok.”

Pendidikan yang hancur

Saat matahari terbit, anak-anak yang akan pergi ke kelas bergegas menyusuri jalan tanah berseragam katun putih, melompat-lompat di belakang sepeda motor atau naik tuk-tuk (bajaj). Di seberang kota, Prakrama Weerasinghe mendesah lelah. Dia adalah kepala sekolah Sekolah Menengah Pusat Kotahena Kolombo dan melihat kesulitan ekonomi setiap hari. “Ketika hari sekolah dimulai, ketika kami mengadakan apel pagi, anak-anak cenderung pingsan karena kelaparan,” katanya. 

Pemerintah mengatakan mereka telah mulai membagikan beras ke sekolah-sekolah tetapi beberapa sekolah yang dihubungi oleh media massa BBC mengatakan mereka tidak menerima bantuan apa pun. Weerasinghe mengatakan kehadiran siswa turun hingga 40% sebelum dia terpaksa meminta guru untuk membawa makanan tambahan agar siswa tetap kembali ke kelas. Joseph Stalin adalah Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Ceylon. Dia yakin pemerintah sengaja tidak menyadari meningkatnya jumlah keluarga yang menyerah pada pendidikan karena biaya hidup. “Guru kami melihat kotak makan siang yang kosong,” katanya. “Korban sebenarnya dari krisis ekonomi ini adalah anak-anak. [Pemerintah] tidak mencari jawaban untuk masalah ini. Masini ini dilihat dan diidentifikasi oleh UNICEF dan lainnya, bukan oleh pemerintah Sri Lanka.”

UNICEF mengatakan akan semakin sulit bagi orang untuk makan sendiri pada bulan-bulan mendatang, dengan inflasi harga barang-barang pokok seperti beras yang terus melumpuhkan keluarga. Diperkirakan akan lebih banyak anak di seluruh Sri Lanka akan dipaksa untuk berhenti menghadiri kelas.

Dengan pemerintah yang tampaknya tidak mampu mengelola situasi, badan amal harus turun tangan. Samata Sarana adalah badan amal Kristen yang telah membantu warga termiskin di Kolombo selama tiga dekade. Saat ini, ruang makannya dipenuhi oleh siswa yang kelaparan dari sekolah di seluruh ibu kota.

Sumber:

https://www.bbc.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Diperkirakan Lebih dari 40 Orang Masih di Puncak!

Next Post

Lebanon Luncurkan Program Pelatihan Relawan untuk Bantu Pengungsi Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
25

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
19
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
20
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Lebanon Luncurkan Program Pelatihan Relawan untuk Bantu Pengungsi Palestina

Lebanon Luncurkan Program Pelatihan Relawan untuk Bantu Pengungsi Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630