• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Krisis Listrik di Gaza: Dari Gangguan Aktivitas hingga Kesehatan Mental

by Adara Relief International
September 27, 2022
in Artikel
Reading Time: 7 mins read
0 0
0
Krisis Listrik di Gaza: Dari Gangguan Aktivitas hingga Kesehatan Mental
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jalur Gaza di Palestina mengalami krisis listrik yang memprihatinkan dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pada situasi yang sangat buruk, seperti ketika agresi dan setelahnya, pemadaman listrik mencapai hingga 16 jam dalam sehari. Jalur sempit yang terletak di pantai timur Laut Tengah itu merupakan wilayah yang hampir tidak memiliki sumber energi lokal untuk kebutuhan listrik mereka. Sejak 1967, Gaza telah bergantung pada impor listrik dari “Israel” yang harus mereka beli dengan harga yang tinggi. Sementara itu, satu-satunya pembangkit listrik di jalur itu tidak dapat beroperasi dengan maksimal, baik karena berbagai pembatasan, larangan, maupun agresi.

Dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, Gaza membutuhkan pasokan listrik hampir sebesar 600 MW/hari. Akan tetapi, jalur itu hanya dapat memenuhi kurang dari 30% kebutuhannya, yaitu sekitar 180 MW. Sebanyak 60 MW berasal dari pembangkit domestik, 120 MW dari perusahaan listrik Israel, dan 30 MW dari Mesir, tetapi  saluran dari Mesir telah terputus sejak Februari 2018.

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Batas Harian Pasokan Listrik di Gaza (per megawatt)
Sumber: www.nbcnews.com

Penyebab utama dari krisis listrik di jalur Gaza adalah blokade yang diberlakukan Israel sejak 2006. Saat itu, pasukan Israel meledakkan enam transformator utama di satu-satunya pembangkit listrik di jalur itu. Meskipun setengah dari transformator yang rusak telah diperbaiki, tetapi krisis bahan bakar terus terjadi secara berkelanjutan. Gaza mengalami defisit energi yang besar dengan pemadaman listrik antara 12–16 jam dalam sehari.

Muhammad Thabet, Direktur Hubungan Masyarakat dan Media di Gaza Electricity Distribution Corporation, badan resmi yang bertanggung jawab atas pasokan listrik di Jalur Gaza, mengatakan kepada Al-Monitor, “Listrik adalah layanan dasar dan hak setiap warga negara. Sejak Israel menghancurkan satu-satunya pembangkit listrik kami pada 2006, kami telah berusaha untuk menyelesaikan krisis kekuasaan dengan para pemangku kepentingan. Kami tidak ingin masalah ini dipolitisasi untuk mencegah Israel menggunakannya sebagai kartu tekanan kepada penduduk Gaza. ”

Pada agresi 2011, Israel kembali menyasar saluran listrik dengan menghancurkan 5 dari 10 saluran yang memasok listrik ke Gaza. Israel juga melarang masuknya bahan bakar, sehingga Gaza Power Plant hanya dapat menjalankan dua dari empat turbinnya. Akibatnya, pasokan listrik menurun hingga 45%, dengan rata-rata listrik hanya tersedia selama lima jam per hari. Sementara itu, beberapa area terputus total dari jaringan listrik. Adanya peningkatan pemadaman ini semakin menghambat kebutuhan rumah tangga akan listrik, dan mengurangi pengoperasian fasilitas medis dan layanan umum lainnya.

Defisit Pasokan Listrik di Gaza
Sumber: https://www.ochaopt.org

Pada Agustus 2020, Israel memutuskan untuk menutup penyeberangan dengan Gaza dan menghentikan pasokan bahan bakar. Dalam waktu sekitar seminggu, yaitu pada 18 Agustus 2020, pembangkit listrik mati karena kekurangan bahan bakar. Pasokan listrik ke warga pun semakin berkurang, menjadi hanya empat jam per hari. Kondisi ini berlangsung selama tiga pekan, hingga kemudian pada 1 September, Israel membuka kembali penyeberangan sehingga pasokan listrik kembali ke rotasi maksimum delapan jam. Menurut survei yang dilakukan pada 2020, sebanyak 86,2% dari sampel warga Gaza menyebutkan bahwa mereka hanya mendapat listrik rata-rata 6–8 jam per hari, sementara sekitar 10% mendapatkan kurang dari 6 jam per hari.

Jumlah pasokan listrik yang dirasakan warga Gaza perhari.
Sumber: https://reliefweb.int

Ketersediaan listrik di Gaza juga sangat bergantung pada situasi keamanan yang terjadi di jalur itu. Pada agresi tiga hari di bulan Agustus 2022, misalnya, pembangkit listrik satu-satunya di Gaza sempat berhenti beroperasi. Padahal, energi listrik saat itu sedang sangat dibutuhkan terutama untuk sektor kesehatan. Oleh karena itu dalam kesehariannya, jika pasokan listrik tidak tersedia, warga Gaza beralih kepada sumber energi cadangan yang diperoleh dari sumber panas matahari, generator komersial, generator pribadi, dan cadangan baterai. Namun, kemampuan untuk memiliki sumber energi cadangan tersebut masih sangat terbatas. Tidak semua warga Gaza memiliki akses ke sumber energi alternatif karena mereka tidak mampu membayar, terutama warga Gaza yang berada di wilayah perdesaan.

Dengan kondisi ini, sulit dibayangkan bagaimana kondisi warga Gaza yang dalam keadaan terbatas, terus mengalami kesulitan dalam mengakses listrik untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka sering mengeluhkan tidak dapat menjalani rutinitas harian yang bergantung listrik di segala aktivitas, mulai dari mengangkut dan menyimpan makanan, bekerja, pendidikan, kesehatan, dan komunikasi. Bahan makanan dan sayuran menjadi busuk dan terbuang karena tidak bisa disimpan di lemari pendingin. Kerusakan alat elektronik juga terjadi akibat pemadaman listrik yang terus terjadi. Pada musim panas, warga Gaza menderita akibat kipas angin dan pendingin ruangan yang tidak berfungsi karena seringnya terjadi pemadaman listrik. Tabel berikut ini menggambarkan permasalahan yang dihadapi oleh penduduk Gaza akibat krisis listrik yang melanda mereka.

Masalah yang dihadapi masyarakat Gaza dalam kesehariannya akibat dari pemadaman listrik.
Sumber: https://reliefweb.int

Berbagai sektor pelayanan juga sangat terdampak oleh krisis listrik ini. Di sektor WASH (Water, Sanitation, Hygiene), menurut Gaza Water Utility, penurunan suplai listrik selama 5–7 jam per hari berdampak pada penurunan suplai air sebesar 20–50% ke seluruh wilayah Gaza. Sedangkan di sektor kesehatan, krisis energi berdampak pada krisis kesehatan, dengan pembatasan untuk 39 ruang operasi di rumah sakit di Gaza, bayi-bayi prematur berisiko tidak dapat menggunakan inkubator, juga berbagai fasilitas kesehatan lain yang sangat terbatas penggunaannya akibat krisis listrik.

Pada gilirannya, krisis ini berdampak pada kesehatan mental penduduk Gaza. Tabel berikut menggambarkan pengaruh yang dirasakan oleh penduduk Gaza dalam kisaran usia dari 18 hingga 56 tahun ke atas, yang mayoritas (di atas 92%) menyatakan bahwa krisis listrik telah mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Efek dari kurangnya daya listrik pada kesehatan mental warga.
Sumber: https://reliefweb.int

Noha al-Astal, penduduk Khan Yunis di Gaza selatan, tinggal bersama suami dan delapan anaknya di sebuah rumah bobrok di dalam lorong-lorong sempit. Ia menceritakan kesulitannya yang bertambah-tambah ketika agresi 2022 dan membuatnya merasa hidup tanpa martabat. “Di sini, di Gaza, kami tinggal di penjara, atau bahkan lebih buruk. Situasi semakin tidak tertahankan selama seminggu, tanpa listrik dan kemudian agresi. Tidak ada rasa keselamatan atau keamanan di sini, ” keluhnya.

“Dan sekarang kami kehabisan air, yang berarti kami tidak bisa lagi mandi, atau mencuci pakaian atau apa pun. Kami tidak dapat memiliki langganan generator pribadi atau mendapatkan panel surya. Yang kami inginkan hanyalah hidup dalam martabat dan memiliki layanan kehidupan minimum seperti listrik dan air. Ketika saya mengetahui bahwa pembangkit listrik akan berhenti bekerja, saya merasa bahwa hidup akan berhenti juga. Saya memeluk anak -anak saya dengan erat dan tangisan pahit kami pun pecah. ”

Sementara itu, The Institute for National Security Studies (INSS) yang berbasis di Tel Aviv menyatakan bahwa krisis listrik Gaza disebabkan oleh kurangnya uang tunai dan bahan bakar. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah  Israel selalu menggunakan pola hukuman kolektif terhadap penduduk Gaza dengan mencegah masuknya bahan bakar, bahkan ketika sumber pendanaan telah tersedia. Pun jika bahan bakar telah mencukupi, infrastruktur dan power plant (pembangkit listrik) yang tersedia untuk mendistribusikan energi, sebagian besar masih disfungsional karena pengeboman Israel yang terus menyasar sumber energi listrik di Gaza.

 

Yunda Kania Alfiani

Penulis merupakan Relawan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan.

 

Referensi:

Al-Monitor. (2017). “Egypt Supplying Fuel to Rescue Palestinians”. https://www.al-monitor.com/originals/2017/06/gaza-electricity-crisis-egypt-diesel-rapprochement.html.

Al-Monitor. (2022). “Power Outgage Adds Unbearable Hardships Palestinians Gaza”. https://www.al-monitor.com/originals/2022/08/power-outage-adds-unbearable-hardships-palestinians-gaza

Dotan Halevy. (2022). “The Gaza Strip: An Israeli Crisis, Not a Climate Crisis”. https://www.haaretz.com/opinion/2022-06-28/ty-article-opinion/.premium/the-gaza-strip-an-israeli-crisis-not-a-climate-crisis/00000181-a650-db99-a7b3-bf5db4d20000

Euro-Med Human Rights Monitor. (2021). “Suffocation And Isolation: 15 Years of Israeli Blockade on Gaza”. https://euromedmonitor.org/en/gaza#.

Muhaisen, Ahmed Salama. (2007). “The Energi Problem in Gaza Strip and Its Potential Solution”. Conference Proceedings, Energi and Evironmental Protection in Suistainability Development (ICEEP), 145-153. Palestine Polythenic University. https://www.researchgate.net/publication/259979292_The_Energi_Problem_in_Gaza_Strip_and_its_Potential_Solution.

Palestine Children’s Relief Fund (PCRF). (2021). “What You Need to Know About the Electricity Crisis in Gaza. https://www.pcrf.net/president-s-blog/electricity-in-gaza.html.

The International Committee of the Red Cross (ICRC). (2020). “The Impact of the Electricity Crisis on The Humanitarian & Living Conditions in the Gaza Strip – Survey Study”. PAL Forward For Services & Consultancies Gaza, 1-20. https://reliefweb.int/report/occupied-palestinian-territory/impact-electricity-crisis-humanitarian-living-conditions-gaza

The Israeli Information Center for Human Rights in the Occupied Territories (B’Tselem ). (2020). “Summer 2020: Gaza’s Electricity Crisis Deepens Again, with 4 Hours of Daily Supply”. https://www.btselem.org/gaza_strip/20201029_gaza_electricity_crisis_deepens_summer_2020.

United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs in the Occupied Palestinian Territory (OCHA). (2015). “Impact of the Gaza Electricity and Fuel Crisis on Humanitarian Conditions”, 1-2. https://www.ochaopt.org/sites/default/files/ocha_opt_gaza_electricity_factsheet_July_2015_english.pdf.

United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs in the Occupied Palestinian Territory (OCHA). (2021). “Crisis Power Defisit in Gaza”. https://www.ochaopt.org/sites/default/files/electricity_power_may_2021.pdf.

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelGazaListrikPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Curah Hujan yang Tinggi Kembali Menyebabkan Bencana

Next Post

Ketegangan Meningkat di Al-Aqsa, Ratusan Pemukim Ekstrem Merayakan Tahun Baru Yahudi dengan Pengawalan Tentara

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
22

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
98
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Pemukim Yahudi fanatik menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa di bawah perlindungan polisi anti huru hara Israel, dalam perayaan Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi di Al-Quds pada 26 September 2022.

Ketegangan Meningkat di Al-Aqsa, Ratusan Pemukim Ekstrem Merayakan Tahun Baru Yahudi dengan Pengawalan Tentara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630