Seorang pria Palestina berusia 21 tahun yang terluka parah dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza telah meninggal pada Senin (8/8) karena luka-lukanya, menurut sumber medis. Ia menjadi korban agresi Gaza yang ke-44. Rumah Sakit Al-Shifa mengumumkan kematian pria yang terluka tersebut dalam serangan di persimpangan di kota Gaza yang menyebabkan beberapa kematian dan cedera.
Selain itu, Hanin Abuqaida, seorang anak Palestina berusia 10 tahun yang terluka parah dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza juga meninggal pada Senin (8/8) karena luka-lukanya. Ini menambah jumlah total penduduk Palestina yang tewas dalam tiga hari agresi Israel di Gaza menjadi 45. Jumlah ini termasuk 16 anak-anak dan empat perempuan, dan 360 lainnya luka-luka.
Sumber-sumber medis mengumumkan kematian anak perempuan yang terluka dua hari lalu dalam serangan yang menargetkan mobil sipil di kota Beit Hanoun dan pembunuhan terhadap ibunya. Hanin saat itu sedang dalam perjalanan untuk mengantar kerabatnya yang akan menikah. Akan tetapi, hanya beberapa saat setelah mobil mereka tiba di rumah pengantin wanita, dua rudal jatuh dan meledak di dekat mobil mereka. Beberapa keluarga Hanin tewas, sementara saudara mempelai perempuan yang masih berusia 10 tahun terluka parah akibat serangan tersebut.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








