Setelah Israel melancarkan agresi-genosida yang menghancurkan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, jumlah korban tewas meroket menjadi sedikitnya 10.966 orang, dan lebih dari 28.500 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan mengatakan dalam pembaruan laporan pada Kamis malam (9/11).
Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah kematian di Jalur Gaza telah mencapai 10.790, sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat juga melonjak menjadi 176. Selain itu, kementerian mengatakan, 26.000 warga Palestina terluka di Gaza, dan hampir 2.450 orang terluka lainnya di Tepi Barat.
Pada tanggal 29 Oktober, kementerian melaporkan bahwa sekitar 2.650 warga Palestina, termasuk setidaknya 1.400 anak-anak, hilang, yang diduga kuat terjebak atau terbunuh di bawah reruntuhan, menunggu penyelamatan.
Dari 35 rumah sakit di Gaza, 18 rumah sakit saat ini tidak berfungsi karena kampanye pemboman Israel dan menipisnya cadangan bahan bakar.
Kekurangan bahan bakar membuat dokter tidak punya pilihan selain melakukan operasi tanpa anestesi yang tepat, termasuk mereka yang terluka dalam serangan udara dan wanita yang menjalani operasi caesar.
Sejak 7 Oktober, penjajah Israel telah melarang pasien di Gaza, termasuk sekitar 2.000 pasien yang menderita kanker, meninggalkan wilayah tersebut untuk mencari perawatan di rumah sakit di Al-Quds (Yerusalem) dan di wilayah yang diduduki pada tahun 1948, .
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








