Setiap hari pemandangan mengerikan yang beredar dari Jalur Gaza mengungkapkan kebrutalan agresi Israel. Selama 14 hari, pembantaian yang tiada henti ini memakan korban dari kalangan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, terang-terangan memamerkan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Potret mengerikan dari anak-anak dan bayi dengan kepala hancur dan tubuh kecil tertusuk atau terkoyak oleh pecahan peluru mengalir keluar dari Gaza dalam hitungan menit. Nyawa-nyawa tak berdosa yang melayang tersebut merupakan akibat dari pengeboman biadab Israel yang menargetkan rumah-rumah warga sipil, rumah sakit dan tempat ibadah yang telah menewaskan 3.785 orang, termasuk 1.524 anak-anak dan 1.000 perempuan.
Rudal-rudal Israel telah menghancurkan impian dan ingatan anak-anak Gaza ini. Jejak mereka yang tertinggal menjadi saksi kriminalitas penjajah dengan tindakan-tindakan genosida mereka. Sedangkan anak-anak yang masih bertahan, penderitaan mereka menjadi berlipat ganda karena agresi yang tak kunjung berhenti telah memutus akses terhadap air, makanan dan listrik, sehingga mempermainkan kondisi psikologis mereka.
Penargetan Israel terhadap warga sipil, terutama anak-anak, merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa Keempat dan merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Wakil Direktur Jenderal Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan di Gaza, Samir Zaqout, mengatakan pembantaian Israel di Jalur Gaza terhadap warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, telah melampaui tindakan “kejahatan perang hingga melakukan genosida terhadap seluruh umat manusia di wilayah ini, dengan partisipasi Amerika, Jerman, Italia, dan Perancis.”
Zaqout berkata: “Pada masa lalu, kami memohon kepada komunitas internasional, namun mereka berkolusi dengan Israel dan menerapkan standar ganda. Namun, saat ini mereka dengan berani tampil sebagai mitra dalam kejahatan terhadap rakyat kami.” Menurut pakar Palestina tersebut, Israel dengan sengaja menargetkan anak-anak dalam agresinya di Jalur Gaza untuk menutupi kegagalannya mencapai tujuan militer mereka serta untuk meningkatkan beban rakyat Gaza.
“Dunia ini tidak adil dan terlibat dalam kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Apa yang mereka lakukan merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta merupakan pembersihan etnis dan genosida,” tambahnya. “Agresi di Jalur Gaza akan berakhir dengan kekalahan Israel, karena semua yang mereka lakukan hanyalah aksi balas dendam terhadap warga sipil. Pada akhirnya, perang akan berakhir dan Anda akan melihat betapa rapuhnya Israel,” tambahnya.
Israel juga telah menggunakan semua jenis senjata yang dilarang secara internasional, termasuk fosfor putih dan barel peledak untuk membunuh warga sipil Palestina. Mereka juga tidak ragu untuk mengebom daerah padat penduduk karena tidak memiliki rasa takut akan “akuntabilitas atau hukuman”, terangnya. “Selama 75 tahun impunitas dan perlindungan terhadap tuntutan dan akuntabilitas apa pun telah mendorong Israel untuk melakukan segala sesuatu yang dilarang,” pungkas Zaqout.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







